NASIONAL - Sejarah peradaban dunia yang terlupakan. Di balik hebatnya ahli sains barat, ternyata diduga mereka terinspirasi dari para ahli sains dan ilmuwan islam.
Agama Islam yang pada saat masa Khalifah Umayyah menjadi sebuah peradaban yang besar.
Selain dari kekuatan dan keyakinan agamanya yang kuat. Ternyata pada masa Khalifahan Bani Umayyah islam juga memiliki peradaban yang maju dalam bidang sains.
Keadaan tersebut ditandai dengan adanya sebuah perpustakaan terbesar di dunia dan pusat pembelajaran dunia yang dikenal dengan baitul hikmah yang berada di kota Baghdad.
Beberapa ulama hebat yang taat beribadah telah lahir di kota tersebut. Selain ketaatan mereka dalam beribadah, mereka juga menjadi pencetus dari sebuah pengetahuan-pengetahuan yang telah mengantarkan dunia dalam sebuah kemajuan dalam segala hal dan bidangnya sekarang.
Beberapa Ilmuwan tersebut adalah :
- Al Khawarizmi
Al Khawarizmi adalah seorang ilmuan islam yang besar dan seorang guru yang ada pada baitul hikmah yang ada di kota Baghdad. Al Khawarizmi pada masa peradaban islam masa bani umayyah menjadi seorang ilmuwan muslim yang telah menemukan konsep perhitungan Al Jabar. Sosok Al Khawarizmi jugalah yang telah menemukan angka nol dalam konsep perhitungan matematika.
- Ibnu Al Haytham
Jika kalian gemar dan hobi dengan keahlian fotografi maka Ibnu Al Haythamlah yang telah berjasa dalam bidang tersebut.
Ibnu Al Haytham seorang pegawai pemerintahan yang berasal dari Irak Lah yang telah menemukan konsep proses cahaya optik serta bagaimana cara kerja mata.
- Al Jazari
Pada masa sekarang kita sangat biasa hidup berdampingan dengan sebuah robot-robot. Pada masa kejayaan khalifah Umayyah, islam juga telah mampu membuat robot sederhana yang yang dibuat oleh Al Jazari.
Ilmu serta pengetahuan Al-Jazari hingga saat ini telah menjadi sebuah rujukan ilmuwan robotika dalam proses pembuatan robot modern.
- Ibnu Sina
Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan salah satu ilmuwan islam yang bernama Ibnu Sina. Pada peradaban ilmu sains dan kedokteran Ibnu Sina memiliki gelar Father Of Doctor atau sebagai bapak kedokteran. Teruntuk bangsa barat pula menyebut Ibnu Sina dengan nama Avicenna.
Ibnu Sina kala masa itu, mulai dikenal dengan keahliannya dalam bidang kedokteran ketika berhasil menyembuhkan Sultan Bukhara dan dijadikannya sebagai pengurus utama perpustakaan terbesar kala itu.
Selain keahliannya dalam penyembuhan Ibnu Sina juga menjadi penemu dari sebuah penyakit-penyakit serta obat penawarnya.
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra