TULUNGAGUNG - Suasana bahagia terlihat pada wajah para guru SMPN 2 Campurdarat saat menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2024/2025.
Total ada 219 peserta didik baru yang diterima di sekolah unggulan itu. Mereka mengikuti berbagai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
MPLS dilakukan selama tiga hari. Dimulai Senin (15/7/2024) hingga Rabu (17/7/2024). Pada hari pertama, di awali upacara bendera di halaman sekolah.
Itu sekaligus menjadi pembukaan MPLS. Kepala SMPN 2 Campurdarat Sri Wahyuni, M.Pd., menjadi pembina upacara. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang tata krama.
Tentu ini disesuaikan dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dari Dinas Pendidikan Tulungagung.
Waka Kesiswaan Dra. Wiwin Dwiastuti mengatakan, sebelum penyampaian materi, peserta didik baru mengikuti senam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Pada hari kedua, usai senam P5 para peserta didik baru mendapat materi tentang anti kekerasan (stop bullying) dan terdapat deklarasi stop kekerasan dan anti bullying dimana seluruh peserta didik baru membubuhkan tanda tangan ditempat yang sudah disediakan.
"Selain penyampaian materi tata krama juga terdapat materi mengenai narkoba yang disampaikan oleh guru dibantu OSIS, diikuti calon peserta didik baru, diakhiri penampilan yel-yel anti narkoba. Pada hari kedua ini, para peserta didik mengenakan topi dan tanda pengenal tanda hasil kreativitas nya yang nantinya akan diambil 3 terbaik," ujarnya.
Wanita ramah itu melanjutkan, MPLS tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kini, ditekankan materi P5. Selain itu, pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan atau sekolah.
Diharapkan pemateri harus berinovasi dan bekreasi dalam penyampaian materi tersebut dengan memperbanyak sumber materi yang ada.
"Saya beserta para guru yang lain berharap setelah kegiatan MPLS ini, anak-anak bisa mengikuti berbagai program apapun yang diadakan sekolah.
Dari didikan ini supaya bisa terbentuk karakter menjadi lebih baik lagi untuk menuju generasi emas 2045. Bisa mengembangkan bakat yang dimiliki supaya bisa berprestasi dalam akademik maupun non akademik," tutur Wiwin.
Ketua Pelaksana MPLS sekaligus WK Kesiswaan Susiana, S. Pd., menambahkan untuk hari ketiga MPLS terdapat acara apresiasi seni. Pengisi acara tersebut berasal dari siswa berprestasi yang dimiliki sejak masih SD. Selain itu, dari ekstrakurikuler tari sekolah.
"Akan ada berbagai penampilan. Mulai tari, menyanyi, seni tradisional barongan, dan puisi. Acara penutupan juga disisipi pengenalan guru pengajar, " jelasnya.
Susiana juga berpesan kepada peserta didik baru. Yakni agar segera beradaptasi, karena dari SD ke SMP anak-anak sudah memasuki usia remaja. Karena itulah harus bisa lebih peka dengan situasi dan keadaan sekarang.
Poin pertama yang paling penting, yakni harus lebih disiplin. Dengan disiplin maka visi misi sekolah akan tercapai. Yakni berkarakter, berprestasi baik akademis maupun non akademis.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra