Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Workshop Pendidikan di SMPN 2 Campurdarat: Tingkatkan Kompetensi Guru, Sukseskan Mutu Pendidikan

Nanik Hidayah • Rabu, 24 Juli 2024 | 22:17 WIB
BERMAKNA : Kegiatan workshop hari pertama yang dihadiri oleh Plt Sekdin Muyanto, M.Pd dan Pengawas Sekolah sekaligus Narasumber H.Suyono, S.Pd,M.M., menambah suasana menjadi bersemangat.
BERMAKNA : Kegiatan workshop hari pertama yang dihadiri oleh Plt Sekdin Muyanto, M.Pd dan Pengawas Sekolah sekaligus Narasumber H.Suyono, S.Pd,M.M., menambah suasana menjadi bersemangat.

TULUNGAGUNG - Menyambut tahun ajaran baru 2024/2025, berbagai upaya dilakukan SMPN 2 Campurdarat untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Salah satunya peningkatan kualitas guru melalui workshop. Yakni, guna meningkatan kompetensi guru dalam implementasi kurikulum merdeka.

Workshop tersebut sukses digelar di sekolah selama tiga hari. Yakni sejak Jumat (19/7/2024) hingga Senin (22/7/2024).

Seluruh guru antusias mengikuti kegiatan itu. Sebab, banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh, utamanya perihal kurikulum merdeka.

Ketua panitia, Siti Yuliatik, S.Ag, M.Pd.I., mengatakan, workshop sengaja digelar untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.

Tak hanya itu, memahami konsep, strategi, dan asesmen terkait pembelajaran berdiferensiasi. Dia juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung.

"Saya harap setelah diadakan kegiatan yang diisi oleh berbagai narasumber, bisa menambah wawasan para guru di SMPN 2 Campurdarat, dan bisa jadi bekal mengajar memasuki tahun ajaran 2024/2025. Dengan begitu, kita sebagai guru bisa memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik," jelasnya.

KOMPAK : Para guru SMPN 2 Campurdarat sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan workshop.
KOMPAK : Para guru SMPN 2 Campurdarat sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan workshop.

Hari pertama workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, diwakili Plt Sekdin Muyanto, M.Pd. Dalam sambutannya, dia mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan di awal tahun pelajaran 2024/2025 itu.

Harapannya, workshop itu mampu memberi pengetahuan lebih baik terhadap bapak ibu guru dalam menyikapi perubahan kurikulum.

"Maka dari itu sangat penting bagi seorang guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan literasinya sebagai bekal selama pembelajaran," ujarnya.

Pengawas sekolah sekaligus narasumber, H Suyono, S.Pd, M.M., turut hadir pada hari pertama workshop. Dia menyampaikan materi Bedah Capaian Pembelajaran berdasarkan Keputusan Kepala BSKP Kemendikbud Ristek Nomor 032/H/Kr/2024 dan Materi Budaya Positif Sekolah.

Hari kedua workshop, Kepala SMPN 2 Campurdarat, Sri Wahyuni MPd, memotivasi para guru agar ke depannya melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh semangat.

Tentunya itu diikuti dedikasi tinggi. Mom Corrie, sapaan akrabnya, juga mengajak agar nilai karakter dan spiritual bisa menjadi fondasi yang harus benar-benar ditanamkan pada diri peserta didik saat ini.

"Untuk saat ini, guru tidak hanya bermodalkan pintar. Namun juga harus mampu menjadi teladan, bahkan contoh yang baik bagi peserta didiknya," ujar wanita ramah itu.

Novi Rahayu S.Pd., narasumber pada hari kedua workshop, juga menjelaskan mengenai pentingnya pembelajaran berdiferensiasi. Hal ini selaras dengan filosofi KHD yaitu “Pendidikan Yang Menghamba pada Anak”.

Pendidikan yang berupaya memenuhi kodrat kebutuhan tumbuh kembang anak sehingga anak dapat berkembang sesuai minat dan bakatnya. Dengan begitu, pendidikan harus berorientasi pada kebutuhan anak.

Bagi Novi, pembelajaran berdiferensiasi bisa menyatukan antara aspek dalam pembelajaran yang dapat didiferensiasikan dan keragaman yang ada dalam peserta didik.

Artinya, setiap aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar dapat didiferensiasi berdasarkan kesiapan belajar, minat, profil belajar peserta didik yang berbeda satu dengan lainnya.

Hari ketiga pelaksanaan ditutup dengan kegiatan penyusunan TP, ATP, dan modul ajar berdiferensiasi yang dilaksanakan secara berkelompok oleh guru SMPN 2 Campurdarat sesuai dengan mata pelajaran.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kompetensi guru #workshop #smpn 2 campurdarat