Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kronologis Video Cekcok Siswa-Siswi SMABOY Tulungagung

Redaksi Radar Tulungagung • Senin, 30 September 2024 | 00:21 WIB
Wakil Kepala SMA Negeri 1 Boyolangu (SMABOY) Tulungagung Mu
Wakil Kepala SMA Negeri 1 Boyolangu (SMABOY) Tulungagung Mu

TULUNGAGUNG - Pihak sekolah, SMA Negeri 1 Boyolangu (SMABOY) Tulungagung membenarkan cekcok antara siswa dan siswi seperti video yang beredar di sosial media (sosmed), memang terjadi di salah satu ruang kelas di SMABOY.

Wakil Kepala SMABOY Tulungagung dan Humas Mu'arif mengungkap, kronologis kejadian itu pada Rabu, (25/9/2024), sekitar pukul 10.00 WIB.

Di jam-jam itu, kata dia, civitas akademika sedang mengadakan debat calon ketua osis dan pelaksanaan P5 dengan tema demokrasi.

Baik guru dan siswa, mayoritas berkumpul di kegiatan itu untuk melihat debat visi-misi calon ketua osis SMABOY.

Namun di tengah acara, Mu'arif mengaku mendapat laporan dari salah seorang guru. Ia melaporkan bahwa ada siswa yang mendapat luka di bagian kepala.

Pihak sekolah segera membawa siswa berinisial R itu ke rumah sakit, dr Iskak.

Mulanya, kata Mu'arif, tidak ada kendaraan sekolah yang dapat dipakai untuk mengantar, kemudian ia menawarkan kendaraan pribadinya digunakan untuk mengantarkan yang bersangkutan.

Usai mendapat perawaran medis, siswa inisial R lalu mendapat tujuh jahitan untuk menutup luka robek di kepalanya. Kini, menurut Mu'arif, kondisi siswa sudah membaik.

"Karena pihak sekolah melihat itu sebuah kecelakaan, jadi segera kita tangani, karena dari UKS saja itu tidak cukup," ungkapnya, saat dihubungi wartawan Jawa Pos Radar Tulungagung, Minggu (29/9/2024) sore.

Di balik insiden itu, Mu'arif mengatakan, pihak sekolah sudah menggali informasi tentang apa yang terjadi.

Rumor awalnya, siswa R dan si siswi memiliki hubungan spesial (berpacaran, Red).

Namun setelah ditelaah lebih jauh, mereka sebetulnya tidak punya hubungan yang mengarah pada status pacaran, melainkan teman dekat.

"Tapi coba kami telisik, mereka teman cuma dekat dengan XII 5 yang perempuan itu. Namun karena tidak ada hubungan status, kemudian si siswa tidak boleh pinjam HP si siswi, akhirnya ada kecemburuan," ucapnya.

"Mungkin karena kesal atau bagaimana, dia (siswa) membenturkan kepalanya ke pintu kelas, sedangkan pintu kelas saya kan pakai kaca," tambahnya.

Namun terlepas dari permasalahan siswa R dan si siswi, Mu'arif mewakili pihak sekolah, sejauh ini sudah menindaklanjuti insiden tersebut, utamanya penanganan medis.

"Ya, medis yang utama untuk menyelamatkan nyawa, misal kehabisan darah kan menjadi masalah nanti, maka kita langsung bawa ke rumah sakit," ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah berencana untuk menghadirkan orang tua kedua belah pihak yang bersangkutan (siswa R dan si siswi) ke sekolah.

"Besok, (Senin, 30/9/2024) akan kita hadirkan, supaya ini tidak menjadi bias, tapi sekolah sebagai fasilitator saja," ungkapnya.

Di sisi lain, Siswa Kelas XII Arditya Widyo Kuncoro menanggapi bahwa ada beberapa versi rumor terkait cekcok antara siswa dan siswi hingga menyebabkan pintu kaca pecah.

"Nah, ini bukan menurutku. Saya dapat beberapa informasi. Dan itu berbeda-beda. Siapa yang mau saya percaya. Jujur saya tidak tahu, karena posisi saya itu sedang melihat debat calon Ketua OSIS," jelasnya.

Namun menurut Arditya, ia menyesal terkait beredarnya video tersebut, karena menyangkut nama intansi, organisasi, dan siswa.

"Harapannya jangan sampai terjadi lagi. Tindakan-tindakan itu begitu mirisnya, dan disayangkan sekali sebenarnya. Semoga videonya segera di takedown dan semua masalah segera selesai demi menjaga kesehatan mental orang yang terlibat siapapun itu" tegasnya.***

 

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#civitas akademika #smaboy #insiden