Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menggugah Minat Sejarah Melalui Pengalaman

Mega Mustika Sari • Selasa, 5 November 2024 | 20:42 WIB
INOVATIF: Hafid Pradana terapkan metode pengajaran yang kreatif
INOVATIF: Hafid Pradana terapkan metode pengajaran yang kreatif

TULUNGAGUNG – Di era digital yang serba cepat ini, tantangan bagi pendidik semakin kompleks, terutama dalam mengajarkan materi yang kadang dianggap kurang menarik seperti sejarah.

Namun, Hafid Pradana, seorang guru sejarah di SMAN 1 Rejotangan, Tulungagung, berhasil menunjukkan bahwa sejarah bisa menjadi pelajaran yang hidup dan menarik.

Ia lahir di Tulungagung pada tahun 1995 dan memulai karir mengajarnya di Surabaya sebagai guru magang dan pengganti. Dengan latar belakang sebagai alumni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di jurusan pendidikan sejarah, Hafid sapaan akrabnya, membawa semangat dan dedikasi yang tinggi dalam mengajar.

“Saya sudah menyukai pelajaran sejarah sejak SMP, sehingga saya memilih untuk mendalami bidang ini di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Ketika ditanya tentang metode pengajaran yang diterapkannya, dia menjelaskan, “Saya percaya bahwa sejarah tidak hanya sekadar pelajaran yang diajarkan di dalam kelas. Untuk membuatnya lebih menarik, saya pernah mengajak siswa-siswa saya ke situs-situs bersejarah. Dengan cara ini, mereka tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga merasakan atmosfer tempat tersebut. Saya sering bercerita tentang peristiwa yang terjadi di sana berdasarkan data sejarah, sehingga siswa bisa merasakan pengalaman langsung.”

Pendekatan ini terbukti efektif. Banyak siswa yang sebelumnya merasa bosan dengan materi sejarah, kini mulai menunjukkan minat dan antusiasme yang tinggi.

“Setelah mengikuti kunjungan ke lokasi bersejarah, beberapa di antara mereka yang bersemangat untuk mendalami lebih lanjut. Pasca kegiatan P5 misalnya, ada beberapa siswa yang mulai bertanya, mencari informasi, dan bahkan ada yang merencanakan kunjungan ke tempat bersejarah lainnya,” tambah Hafid dengan senyum bangga.

Selain itu dirinya juga menekankan pentingnya mengaitkan pelajaran sejarah dengan identitas diri.

“Orang yang tidak mengenal sejarah dirinya sendiri akan kesulitan menentukan arah masa depan. Saya selalu mendorong siswa untuk memahami sejarah bukan hanya sebagai informasi, tetapi sebagai bagian dari identitas mereka. Ini penting agar mereka bisa menjadi individu yang peduli dan tidak apatis terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Tak hanya berfokus pada pengajaran, Hafid juga aktif dalam kegiatan organisasi baik di sekolah maupun di luar sekolah. Ia percaya bahwa berorganisasi membantu dirinya untuk mengasah keterampilan sosial dan kepemimpinan.

“Melalui organisasi, Saya memotivasi siswa untuk belajar berkolaborasi dan mengembangkan sikap tanggung jawab serta menambah relasi. Ini semua sangat penting untuk masa depan mereka,” katanya.

Tak hanya mengajarkan sejarah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa. Ia sering berbagi kisah inspiratif dari sejarah yang menunjukkan perjuangan dan keberanian tokoh-tokoh nasional.

“Saya ingin siswa-siswa saya tahu bahwa mereka bisa belajar banyak dari masa lalu, dan bahwa mereka juga memiliki potensi untuk membuat sejarah mereka sendiri,” ungkapnya.

Dedikasi dan inovasi dalam mengajarnya dapat membantunya dalam mengembangkan pengalaman mengajar. Ia menunjukkan bahwa mengajar sejarah bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

“Saya berharap lebih banyak guru yang mau mencoba metode pembelajaran berbasis lapangan/praktik (outdoor learning) karena bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan bagi siswa, ” tuturnya.

Semangat Hafid dalam mendidik dan membangkitkan minat siswa terhadap sejarah diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak guru.

Melalui metode yang kreatif dan pendekatan yang humanis, Hafid telah membuktikan bahwa sejarah bisa menjadi jembatan untuk memahami diri sendiri dan membangun masa depan yang lebih baik. (meg)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra