TULUNGAGUNG - Prestasi sudah menjadi kamus di MAN 2 Tulungagung. Kali ini bermodal aplikasi SATELIT, mereka menyabet Penghargaan Inovasi dan Teknologi 2024 yang digelar BRIDA Tulungagung.
Prestasi membanggakan kembali diraih MAN 2 Tulungagung. Madrasah ini berhasil memenangkan penghargaan Inovasi dan Teknologi Tahun 2024 dalam ajang bergengsi yang diadakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Tulungagung.
Penghargaan ini diserahkan langsung Sekda Tulungagung Tri Hariadi dalam acara puncak di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada Sabtu malam (30/11).
Ajang penghargaan yang berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2024, di GOR Lembu Peteng, mempertemukan berbagai instansi pendidikan, pemerintahan, dan masyarakat umum untuk memamerkan inovasi mereka dalam bidang teknologi.
Dari sekian banyak peserta, aplikasi unggulan yang dikembangkan para guru MAN 2 Tulungagung berhasil mencuri perhatian para juri, berkat keunikannya yang relevan dengan kebutuhan madrasah modern.
Aplikasi ini bernama SATELIT (Sistem Administrasi Terpadu Aliyah 2 Tulungagung)ini didesain sebagai solusi multifungsi untuk mendukung berbagai kebutuhan di lingkungan madrasah. Kepala MAN 2 Tulungagung Muhamad Dopir, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut mengintegrasikan banyak aspek operasional.
Seperti pembelajaran, pengadaan barang, pengelolaan keuangan, ketertiban, hingga administrasi surat-menyurat.
“SATELIT adalah jawaban atas tantangan madrasah modern. Dengan aplikasi ini, semua proses operasional bisa berjalan lebih mudah, cepat, dan akuntabel. Stakeholder kami juga menyambut inovasi ini dengan sangat antusias,” ujar Dopir.
Menurut Dopir, aplikasi ini telah dipersiapkan selama lebih dari satu tahun sebagai hadiah istimewa untuk MAN 2 Tulungagung. Harapannya, SATELIT tidak hanya diterapkan di lingkungan internal madrasah tetapi juga diadopsi instansi pendidikan lainnya di masa depan.
Proses pengembangan SATELIT membutuhkan kolaborasi yang intensif dari para guru MAN 2 Tulungagung. Mereka bekerja keras untuk memastikan aplikasi ini memenuhi kebutuhan spesifik dunia pendidikan berbasis madrasah.
Tak hanya itu, aplikasi ini juga telah melalui berbagai uji coba untuk memastikan kehandalan dan kesesuaiannya.
Keberhasilan aplikasi ini diakui pada ajang Gebyar Inovasi dan Teknologi BRIDA Tulungagung, di mana aplikasi tersebut dinilai unggul dalam aspek relevansi, fungsionalitas, dan efisiensi.
Kepala MAN 2 Tulungagung berharap bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi madrasah lainnya untuk terus berinovasi. “Kami ingin SATELIT menjadi inspirasi bagi instansi pendidikan lainnya. Teknologi adalah kunci untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efisien dan modern,” tutur Dopir.
Ke depannya, aplikasi ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai madrasah untuk mendukung lingkungan pendidikan berbasis teknologi yang lebih canggih dan terintegrasi. Pencapaian ini membuktikan bahwa madrasah memiliki potensi besar untuk berkompetisi di era digital.
“Penghargaan Inovasi dan Teknologi Tahun 2024 dari BRIDA Tulungagung menjadi pengakuan atas dedikasi MAN 2 Tulungagung dalam mendorong inovasi teknologi untuk pendidikan. Semoga langkah ini menjadi awal dari transformasi digital yang lebih luas di dunia,” tandasnya.(*/rka)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra