RADAR TULUNGAGUNG - Pada lembaga pendidikan di lingkungan kementerian agama, penerimaan peserta didik baru (PPDB) belum dimulai.
Meski begitu, beberapa lembaga pendidikan dibawah Kemenag Kabupaten Tulungagung memilih untuk melakukan pemanasan lebih awal agar mendapatkan siswa baru yang maksimal.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tulungagung, Zainal Panani mengungkapkan belum ada jadwal resmi pembukaan PPDB dilingkungan kementerian agama.
Pihaknya masih menunggu informasi dari pusat terkait hal itu.
Namun, beberapa lembaga pendidikan dibawah kemenag Tulungagung telah melaksanakan program masing-masing untuk menjaring siswa baru.
Program itu biasanya semacam tryout untuk calon siswa baru.
Nantinya dari hasil tryout itu, calon siswa baru yang berada di ranking 1-100 berhak mendapatkan golden ticket.
Golden ticket itu akan berguna untuk pendaftaran.
Dimana pemegangnya bisa lolos secara otomatis sebagai siswa baru.
“Ini semacam pemanasan menjaring siswa baru sebelum PPDB. Beberapa lembaga pendidikan biasanya melaksanakan seperti itu,” kata Zainal.
Menurutnya, saat ini keinginan orang tua untuk menyekolahkan putra putrinya ke lembaga pendidikan yang berbau agama sangat tinggi.
Bisa dilihat dari peminat MAN atau MTsN di Tulungagung yang cukup tinggi.
Baca Juga: Bazar Penegak Pramuka Man 1 Tulungagung: Jiwa Entrepreneur Siswa Harus Ditumbuhkan
Beberapa diantaranya bahkan ada yang menolak karena rombongan belajar sudah terpenuhi.
“Saat ini para orang tua banyak yang memilih menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan yang berbau agama,” terangnya.
Zainal melanjutkan untuk strategi mendapatkan siswa baru diserahkan ke masing-masing lembaga pendidikan.
Apapun kiat-kiat sekolah boleh-boleh saja, asalkan tetap sesuai aturan yang berlaku.
Dia yakin bahwa setiap lembaga pendidikan dibawah Kemenag Tulungagung, baik swasta maupuj negeri berpeluang sama mendapatkan siswa baru.
Karena saat ini pun sudah banyak lembaga pendidikan swasta dibawah Kemenag yang memiliki banyak murid
“Jangan salah, sekarang ini banyak MTs ataupuj MA swasta yang memiliki banyak murid. Tidak hanya negeri saja yang mendapatkan banyak murid,” tutupnya. ***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri