Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Angkat Permasalahan Desa di Tulungagung Jadi Disertasi, Dosen UIN SATU Ini Sah Jadi Doktor

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 19 Februari 2025 | 18:30 WIB
Ahmadi Abdul Shomad Faiz Nahdhiyanto sukses mempertahankan disertasinya yang berbasis desa,
Ahmadi Abdul Shomad Faiz Nahdhiyanto sukses mempertahankan disertasinya yang berbasis desa,

TULUNGAGUNG - Berawal dari keresahannya terhadap pemerintahan desa-desa di Tulungagung, Ahmadi Abdul Shomad Faiz Nahdhiyanto sukses mempertahankan disertasinya.

Faiz, sapaan akrabnya, berhasil menyandang gelar doktor dengan predikat nilai sangat memuaskan.

Perjalanan koran ini terhenti di depan Auditorium Pascasarjana Lantai 5 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang terdengar bergemuruh.

Tampak ratusan audiens bertepuk tangan dengan meriah siang kemarin (18/2).

Ternyata di sana sedang berlangsung sidang promosi doktor.

Terlihat seorang pria sedang berdiri di atas podium dengan wajah gembira.

Tak hanya itu, pria ramah tersebut juga mendapat sorak-sorai.

Dan tepuk tangan dari seluruh hadirin di sana.

Pria tersebut adalah Ahmadi Abdul Shomad Faiz Nahdhiyanto, seorang yang baru saja menerima gelar doktornya di sidang promosi tersebut.

Faiz juga merupakan seorang dosen ilmu hukum di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Dia mengambil disertasi tentang pemerintahan desa dengan judul “Revitalisasi Fungsi Pemerintah dalam Penyusunan Peraturan Desa Berbasis Teori Dekonsentrasi dan Desentralisasi”.

Studi kasusnya ada di dua tempat yaitu di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, dan Desa Bendungan, Kecamatan Gondang.

Faiz mengambil disertasi ini dengan alasan keresahan.

Dia merasa desa-desa di Tulungagung dalam menyusun peraturan desanya tidak pernah melibatkan akademisi di bidang terkait.

Karena itu, hasil penyusunan peraturan-peraturan desa menjadi tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi.

Akibatnya, peraturan desa yang dibuat pemdes tidak tepat sasaran.

“Maka, desa-desa perlu merevitalisasi peraturan desanya sesuai dengan fungsinya. Tentunya harus melibatkan akademisi sebagai konsultan,” terangnya.

Tidak terasa, kini Faiz tengah menjalani sidang promosi doktornya.

Dengan perjuangannya dalam menyusun disertasi selama 1 tahun, dia mampu meyakinkan seluruh penguji dan menjawab semua pertanyaan dari para penguji dengan sangat percaya diri.

Sidang tersebut meng hadirkan sembilan dewan penguji yang seluruhnya bergelar profesor.

Promosi ini dihadiri oleh keluarga besar Faiz.

Tak hanya itu, teman-teman dan mahasiswanya juga ikut menyemangatinya dengan cara ikut hadir menyaksikan sidang tersebut.

Seketika pengumuman dibacakan, Faiz berhasil menyandang gelar doktornya dengan predikat nilai sangat memuaskan.

Dia berpesan kepada masyarakat luas dan juga mahasiswanya untuk lebih peduli dan berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat di desa atau daerah masing-masing.

“Saya sangat berterima kasih kepada para penguji dan seluruh yang hadir mendukung saya di sini. Saya juga berharap kelak anak-anak saya bisa mendapat pendidikan yang layak setinggi-tingginya,” pungkasnya. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#kecamatan boyolangu #kecamatan gondang #Sidang promosi Doktor #desa #Doktor #disertasi