Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tak Gentar Hadapi Penurunan Minat Baca, Perpusdes Pandean di Trenggalek Siapkan Program Ini di 2025

Wanda Asmah Khoiriyah • Senin, 3 Maret 2025 | 19:15 WIB

Sekdes Pandean Supriadi menunjukkan koleksi buku di perpusdes. (WANDA AK/RADAR TRENGGALEK)
Sekdes Pandean Supriadi menunjukkan koleksi buku di perpusdes. (WANDA AK/RADAR TRENGGALEK)

RADAR TULUNGAGUNG - Pengelola Perpustakaan Desa (Perpusdes) Pandean, Kecamatan Durenan, Trenggalek harus berinovasi agar minat baca warga bisa meningkat.

Apalagi, mereka harus berhadapan dengan keberadaan gawai yang memicu minat baca menurun di kalangan generasi muda Trenggalek.

Baca Juga: Tantangan Perpustakaan Umum Tulungagung di Tengah Minat Baca Buku Rendah

Tak ayal, pada tahun ini Perpusdes Pandean merencanakan program kolaborasi dengan SD Pandean serta kelas belajar gamelan, yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal.

Sekretaris Desa Pandean, Supriadi mengatakan, sejak berdiri pada 2019, perpustakaan ini dibuka setiap hari untuk memberikan akses literasi yang lebih luas.

Baca Juga: Hari Buku Nasional, Begini Upaya Disippus Trenggalek Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

Pihaknya akan membuat program perpusdes semakin diminati oleh masyarakat sekitar, khususnya bagi anak-anak.

"Melalui taman posyandu, kami juga mengajak anak-anak mengenal buku dengan koleksi berupa gambar-gambar, sehingga mereka senang terhadap buku," ujarnya.

Baca Juga: Baca Alquran Braille, Semangat Siswa SLB Kemala Bhayangkari Semangat Berburu Berkah Ramadhan

Pria paro baya tersebut mengatakan telah mendapatkan beberapa koleksi buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebanyak 1.200 buku.

Menurut dia, mayoritas buku yang didatangkan berupa koleksi buku anak-anak serta beberapa buku mengenai parenting.

Baca Juga: Inspiratif! Kisah Lukito Teguh Jualan Buku di Era Digitalisasi

"Tak hanya buku, tapi juga mendapatkan satu set komputer yang dapat digunakan untuk mengakses layanan perpustakaan sehingga lebih modern dan berbasis digital," terangnya.

Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah persaingan dengan perangkat digital seperti smartphone, yang membuat minat baca masyarakat menurun.

Oleh karena itu, Perpusdes Pandean berupaya menghadirkan program yang lebih menarik dan relevan bagi semua kalangan.

"Melalui program literasi serta peningkatan fasilitas, perpusdes bisa menjadi pusat pembelajaran yang lebih aktif dan bermanfaat bagi warga desa," tambahnya.

Baca Juga: Eksistensi Pelapak Buku Fisik di Tulungagung Makin Tergerus Zaman

Supriadi berharap berbagai pengembangan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Tidak hanya dalam hal edukasi, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan pendapatan warga.

"Jika ilmu yang diperoleh bisa dipraktikkan, maka akan menambah income masyarakat," pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#trenggalek #perpustakaan desa #pandean #perpustakaan #durenan #perpusdes