TULUNGAGUNG-Sekolah swasta di Tulungagung sedang menghadapi tantangan serius dalam menjaring peserta didik baru.
Minimnya regulasi dari pemerintah daerah menjadi salah satu penyebab utama sulitnya sekolah-sekolah swasta di Tulungagung memperoleh siswa baru, terutama di jenjang SMA.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Katolik Santo Thomas Aquino Tulungagung, Handoko mengatakan, hingga kini belum ada aturan baku dari pemerintah terkait penerimaan siswa baru di sekolah swasta.
“Tidak ada aturan yang ditetapkan dari pemerintah untuk sekolah swasta. Kami sudah memulai promosi dan membuka pendaftaran secara mandiri,” ujarnya, ketika dikonfirmasi Selasa (27/5/2025).
Handoko menambahkan bahwa tidak adanya aturan tersebut membuat kompetisi antarsekolah makin terbuka.
Namun, hal ini tidak serta-merta menguntungkan sekolah swasta. Petunjuk teknis (juknis) penerimaan siswa di sekolah swasta sangat bergantung pada kebijakan masing-masing sekolah.
“Kami akui sekolah swasta kesulitan dalam menjaring siswa. Secara umum, jumlah siswa di SMAK ini dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan,” jelasnya.
Handoko berharap ada sistem dari dinas pendidikan yang bisa ditaati dan dijalankan secara bersama sehingga sekolah swasta juga memiliki peluang sama dalam memperoleh peserta didik.
"Selama ini sekolah swasta berupaya semaksimal mungkin untuk bersaing secara sehat, meski kondisi di lapangan tidak selalu menguntungkan," ungkapnya
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Tulungagung, Zamahsari Abdul Azis menegaskan, sekolah swasta memang memiliki kebijakan masing-masing karena berada di bawah naungan yayasan yang berbeda-beda.
“Strategi setiap sekolah juga berbeda. Promosi dilakukan menggunakan media sosial oleh masing-masing lembaga.
Jadi, setiap sekolah punya caranya sendiri dalam menarik minat siswa,” ungkap Zamahsari. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah