TULUNGAGUNG- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur resmi membuka jalur prestasi lomba dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA/SMK tahun ajaran 2025/2026 di Tulungagung.
Jalur ini menjadi peluang emas bagi siswa-siswi di Tulungagung yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK favorit lewat SPMB tanpa harus bersaing melalui nilai akademik semata.
Infu untuk lulusan SMP di Tulungagung, berdasarkan petunjuk teknis terbaru SPMB SMA/SMK, jalur prestasi ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi di bidang akademik maupun nonakademik, baik dari lomba berjenjang maupun tidak berjenjang.
Prestasi yang dimaksud harus diperoleh dalam rentang waktu mulai 30 April 2025 hingga sebelum dimulainya pendaftaran tahap pertama, yakni 16 Juni 2025.
Jalur ini menjadi bentuk apresiasi terhadap siswa yang memiliki pencapaian luar biasa di luar rapor sekolah. Pemerintah memberikan ruang 5 persen dari total daya tampung sekolah untuk siswa yang telah membawa nama baik daerah maupun sekolah melalui prestasi.
Rinciannya, 2 persen kuota dialokasikan untuk peraih lomba akademik dan nonakademik, sedangkan 3 persen sisanya untuk ketua OSIS serta penghafal kitab suci.
Menariknya, bagi siswa yang menjabat sebagai ketua OSIS dan penghafal kitab suci dari agama masing-masing, tersedia pula golden ticket untuk masuk sekolah tujuan tanpa seleksi tambahan.
Adapun jenis lomba yang diakui antara lain OSN/KSN, OPSI, KSM, FLS2N, O2SN, GSI, hingga kejuaraan seperti PON, POPDA, dan MTQ. Semua prestasi wajib dibuktikan dengan sertifikat atau piagam resmi yang dilegalisasi kepala sekolah asal dan diunggah melalui sistem SPMB.
Apabila sertifikat tidak mencantumkan tingkatan lomba, maka siswa harus melampirkan surat keterangan dari sekolah.
Peserta juga dibatasi hanya dapat mengunggah maksimal 15 sertifikat. Setiap sekolah pun hanya boleh mengirim maksimal dua siswa untuk tiap jenis lomba. Jalur ini juga terbuka bagi siswa dari luar rayon yang ingin mendaftar ke sekolah tujuan di wilayah berbeda.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui juknisnya menegaskan bahwa lomba harus diselenggarakan oleh instansi resmi pemerintah, BUMN, BUMD, atau lembaga yang diakui kementerian. Jika kuota jalur prestasi tidak terpenuhi, maka akan dialihkan ke jalur afirmasi atau domisili.
Kepala SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, Khabib Sholeh menjelaskan, saat ini sekolahnya tengah berada pada tahap pengambilan PIN untuk proses pendaftaran.
“Sudah banyak calon siswa yang datang untuk bertanya. Kami juga melakukan komunikasi dengan beberapa SMP dan guru agar informasi-informasi bisa sampai ke seluruh calon siswa,” ungkapnya.
Dia menambahkan, SMAN 1 Kedungwaru pada tahun ini mendapatkan kuota 12 rombongan belajar (rombel) yang masing-masing berisi 36 siswa. Jumlah ini sudah sesuai dengan kapasitas kelas yang tersedia di sekolah tersebut.
“Harapannya, pelaksanaan SPMB bisa berjalan lancar dan kualitasnya lebih bermutu, sehingga anak-anak bisa meraih cita-cita sesuai yang mereka inginkan,” pungkasnya. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah