TULUNGAGUNG- Bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan dan peristiwa penting terjadi di dalamnya. Itu merupakan tema dalam khutbah Jumat, di Masjid Al Fattah Tulungagung, Jumat (30/5/2025).
Di mana bulan Dzulhijjah merupakan satu dari empat bulan haram yang sudah disampaikan Allah SWT.
Selain bulan Dzulhijjah, bulan haram ada Dzulqa'dah, Muharram, dan Rajab. “Bulan Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan haram, di mana peperangan dilarang,” kata khatib, Muslih Marju.
Bulan haram merupakan bulan di mana Allah SWT akan melipatkan gandakan amalan dan melipatgandakan dosa jika melakukan kemaksiatan.
Bahkan dalam hadist, disebutkan jika bulan Dzulhijjah lebih mulai dari jihad. “Setiap amal saleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut (bulan Dzulhijjah) lebih utama daripada jihad,” katanya.
Di bulan Dzulhijjah, ada beberapa keutamaan 10 hari pertama, selain peperangan dilarang.
Pada bulan Dzulhijjah adalah bulan di mana umat Islam melaksanakan ibadah haji di Ma'kah, dan ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima.
Ibadah kurban pada bulan Dzulhijjah juga ditetapkan sebagai waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, yaitu Idul Adha.
Puasa Arafah, pada hari Arafah (9 Dzulhijjah), umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji disunnahkan untuk berpuasa.
Selain itu, ada peristiwa penting lainnya terjadi di bulan Dzulhijjah.
Termasuk pembangunan Ka’bah, Nabi Ibrahim dapat wahyu menyembelih Ismail, Nabi Adam diampuni Allah SWT, Allah SWT menyelamatkan Nabi Yunus dari perut ikan, lahirnya Nabi Isa.
Masih ada peristiwa penting di bulan Dzulhijjah, doa Nabi Zakaria diijabah, lahirnya Nabi Musa, haji wadak, turunnya surat Al-Maidah, dan lain-lain. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah