TULUNGAGUNG-Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh penjuru dunia mulai bersiap untuk menunaikan ibadah kurban sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. Salah satu persiapannya adalah memilih hewan kurban yang tepat.
Namun, perlu diingat tidak semua hewan dapat dijadikan kurban saat Idul Adha.
Ada sejumlah ketentuan dalam ajaran Islam yang harus dipenuhi agar ibadah kurban sah dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW saat Idul Adha.
Agar Anda tidak keliru dalam memilih, berikut ini panduan lengkap dan praktis untuk menentukan hewan kurban yang sehat, sesuai syariat, dan bernilai ibadah.
1. Pilih Hewan Kurban yang Sudah Cukup Umur Sesuai Syariat
Usia hewan kurban menjadi salah satu syarat utama agar ibadah kurban yang dilakukan sah sesuai dengan syariat agama.
Hewan yang belum cukup umur tidak diperbolehkan untuk dijadikan kurban, meskipun secara fisik tampak sehat dan besar.
Berikut panduan usia minimal hewan kurban yang sah menurut syariat:
-
Kambing atau domba: minimal berumur 1 tahun
-
Sapi: minimal berumur 2 tahun
-
Unta: minimal berumur 5 tahun
Cara mudah mengecek umur hewan adalah dengan melihat pergantian gigi.
Hewan yang sudah berganti dari gigi susu ke gigi tetap menandakan bahwa usianya sudah mencukupi untuk disembelih sebagai hewan kurban.
Baca Juga: Rayakan Idul Adha 1445H, PLN NP UP Brantas & Lazis Salurkan Hewan Kurban
Jadi, pastikan Anda bertanya kepada penjual atau peternak dan memeriksa bagian mulut hewan sebelum memutuskan untuk membeli.
2. Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Tidak Cacat Sesuai Syariat
Memilih hewan kurban yang sehat dan tidak cacat merupakan salah satu syarat sah dalam ibadah kurban. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Empat jenis hewan yang tidak sah untuk dijadikan kurban: yang buta sebelah, yang sakit, yang pincang, dan yang sangat kurus hingga tidak bersumsum.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).
Agar ibadah kurban diterima, penting untuk memastikan bahwa kondisi hewan kurban sesuai syariat Islam. Berikut ciri-ciri hewan kurban yang layak dan sehat:
-
Mata normal dan tidak buta, baik sebelah maupun total.
-
Tidak pincang, mampu berdiri dan berjalan secara normal.
-
Berbadan sehat, tidak terlalu kurus hingga tulangnya menonjol.
-
Tidak mengalami cacat fisik seperti telinga putus, tanduk patah, atau luka berat.
-
Terbebas dari penyakit kulit, infeksi, atau gangguan kesehatan lainnya.
Memastikan kondisi fisik dan kesehatan hewan kurban sangat penting agar sesuai dengan syariat dan bernilai ibadah.
Pilihlah hewan dari peternak terpercaya dan lakukan pemeriksaan sebelum membeli.
3. Cek Ciri Fisik dan Perilaku Hewan Kurban Secara Langsung
Sebelum membeli, pastikan Anda mengecek kondisi fisik dan perilaku hewan kurban secara langsung.
Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa hewan benar-benar sehat dan layak disembelih sesuai syariat.
Berikut ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan berkualitas:
-
Mata jernih, tidak berair atau belekan.
-
Bulu bersih dan mengkilap, menunjukkan kebersihan dan kesehatan kulit.
-
Tubuh berisi dan proporsional, tidak terlalu kurus atau gemuk berlebihan.
-
Aktif dan lincah, tidak lesu atau diam terus-menerus.
-
Nafsu makan baik, sebagai indikator kondisi fisik yang prima.
Disarankan untuk tidak membeli hewan kurban secara online tanpa melihat kondisi fisiknya terlebih dahulu.
Jika terpaksa membeli secara daring, pastikan memilih penjual terpercaya dan berpengalaman dalam menyediakan hewan kurban berkualitas.
Melakukan pengecekan langsung membantu Anda menghindari risiko membeli hewan yang tidak memenuhi syarat kurban.
4. Hindari Membeli Hewan Kurban yang Terjangkit Penyakit Menular
Salah satu kriteria utama dalam memilih hewan kurban adalah memastikan kesehatannya.
Hindarilah hewan yang menunjukkan gejala penyakit menular seperti antraks, kudis (scabies), atau penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hewan dengan kondisi seperti ini tidak layak dijadikan kurban dan bisa membahayakan kesehatan manusia maupun hewan lain.
Untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, Anda dapat meminta sertifikat kesehatan hewan dari dokter hewan atau instansi berwenang.
Sertifikat ini menjadi bukti bahwa hewan telah diperiksa dan dinyatakan bebas dari penyakit.
5. Pilih Hewan Kurban di Tempat Penjualan yang Terpercaya
Agar terhindar dari risiko penipuan atau mendapatkan hewan yang tidak layak, belilah hewan kurban di tempat-tempat yang memiliki reputasi baik, seperti:
-
Peternakan lokal yang terpercaya
-
Pasar hewan resmi yang diawasi pemerintah
-
Lembaga penyalur kurban yang sudah memiliki izin dan pengalaman
-
Tempat yang menyediakan jaminan kesehatan dan dokumen pendukung
Membeli dari sumber terpercaya akan memberi Anda kepastian bahwa hewan kurban telah melalui proses seleksi dan pemeriksaan yang sesuai standar kesehatan dan syariat.
6. Sesuaikan Jenis Hewan Kurban dengan Kemampuan Finansial
Dalam pelaksanaan ibadah kurban, niat yang tulus dan keikhlasan menjadi landasan utama.
Oleh karena itu, pilihlah hewan kurban yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda.
Tidak perlu memaksakan membeli sapi jika anggaran hanya mencukupi untuk kambing atau domba.
Sebagai informasi, satu ekor sapi dapat dikurbankan atas nama tujuh orang, sementara kambing hanya diperuntukkan bagi satu orang.
Menyesuaikan pilihan dengan kemampuan bukan hanya bijak, tetapi juga sesuai dengan ajaran Islam.
7. Konsultasikan Pilihan Anda dengan Ahli atau Tokoh Agama
Jika Anda masih merasa ragu dalam menentukan hewan kurban, baik dari sisi fisik maupun syariat, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu. Anda dapat bertanya kepada:
-
Ustadz atau tokoh agama setempat
-
Dokter hewan yang berpengalaman
-
Pengelola kurban di masjid atau lembaga terpercaya
Dengan berdiskusi bersama pihak yang paham, Anda dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil sudah tepat dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah