SURABAYA-Jawa Timur mewujudkan Sekolah Rakyat di beberapa wilayahnya sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
Program Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata Pemprov Jawa Timur untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari hak dasar atas pendidikan.
Sekolah Rakyat mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dan sepenuhnya gratis bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu di Jawa Timur.
Sebanyak 19 dari 56 calon lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Timur akan resmi dibuka secara bertahap mulai Juli 2025.
Seluruh fasilitas dan rombongan belajar di lokasi-lokasi ini telah dipersiapkan secara matang, termasuk ketersediaan tenaga pengajar dan sarana penunjang pendidikan lainnya.
Rombongan belajar 1A dan 1B yang dijadwalkan dimulai serentak pada Juli 2025.
Wilayah yang termasuk dalam rombongan belajar 1A meliputi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pacitan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Banyuwangi.
Untuk rombongan belajar 1B, Sekolah Rakyat akan hadir di Kabupaten Ponorogo, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Tuban.
Sementara gelombang kedua kegiatan belajar mengajar untuk 1C menyusul pada September 2025.
Tahap 1C akan dibuka di Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek.
Sekolah Rakyat memberikan ruang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk tumbuh dengan bekal pengetahuan yang sama dengan anak-anak lainnya.
Program ini menjadi simbol keseriusan Jawa Timur dalam membangun masa depan generasi muda yang unggul. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah