Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tujuh Sekolah di Tulungagung Ikuti Penjurian Perdana Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI)

Rahmat Nur Yahya • Rabu, 18 Juni 2025 | 01:35 WIB

 

 

Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) resmi gelar penjurian perdana dilaksanakan serentak di tujuh SMP/MTs di Kabupaten Tulungagung, Senin (17/6/2025). Tim juri saat menilai di SMPN 3 Kedungwaru.
Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) resmi gelar penjurian perdana dilaksanakan serentak di tujuh SMP/MTs di Kabupaten Tulungagung, Senin (17/6/2025). Tim juri saat menilai di SMPN 3 Kedungwaru.

TULUNGAGUNG– Langkah konkret dalam edukasi pengendalian inflasi mulai dijalankan melalui dunia pendidikan.

Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) resmi menggelar penjurian perdana yang dilaksanakan serentak di tujuh SMP/MTs di wilayah Kabupaten Tulungagung, Senin (17/6/2025).

Untuk sekolah yang berpartisipasi dalam penilaian awal ini adalah SMP Islam Al Azhaar; SMPN 3 Kedungwaru; SMPN 2 Kedungwaru; SMP Al Badar; SMPN 2 Ngantru; MTsN 7 Tulungagung; dan SMPN 1 Ngantru.

Dalam kegiatan penjurian dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan sistem kunjungan bergilir oleh tim juri ke masing-masing sekolah.

Tim penilai terdiri dari berbagai unsur profesional, yakni dua dosen dari Universitas Islam Kadiri (UNISKA), yaitu Titik Irawati, SP., MP   dan  Tarwa Mustopa, SP., M.Agr, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan (Dintan) Tulungagung Roro Dyah Angreni, serta jurnalis dari Radar Tulungagung, Didin Cahyo F.

Penilaian SPI bulan pertama ini difokuskan pada evaluasi awal untuk mengukur keseriusan dan komitmen sekolah dalam menjalankan program.

Lima aspek utama menjadi indikator penilaian dengan bobot berbeda, yaitu:

  1. Proses (15%), menilai keberhasilan awal penanaman melalui dokumentasi video, jumlah populasi tanaman, tingkat keberhasilan tumbuh, dan jenis komoditas pendukung yang ditanam.
  2. Progres (20%), diukur berdasarkan observasi bulanan yang dilakukan tim UNISKA, meliputi pertumbuhan tanaman, serangan hama dan penyakit, serta kebersihan lingkungan tanaman.
  3. Kreativitas (30%), aspek terpenting dalam penilaian. Dinilai dari kreativitas penataan kebun, metode tanam, penggunaan pupuk dan pestisida alami, sistem irigasi, serta inovasi lain yang ditunjukkan melalui video pelaksanaan.
  4. Keterlibatan (20%), melihat sejauh mana seluruh elemen sekolah ikut terlibat, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, OSIS, hingga petugas kebersihan.
  5. Output (15%), mengukur produktivitas dan manfaat hasil tanaman, seperti bobot buah cabai, upaya pemasaran hasil panen, dan pengelolaan pascapanen.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelangsungan program, masing-masing sekolah diberikan bantuan sebanyak 150 bibit tanaman berusia 20–24 hari. Bibit tersebut terdiri dari 50 tanaman cabai rawit, 50 cabai besar, dan 50 tomat.

Tim juri Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) menilai di SMP Islam Al Azhaar.
Tim juri Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) menilai di SMP Islam Al Azhaar.

Program SPI ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran nyata bagi siswa dalam mengenal dunia pertanian secara langsung, sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kedaulatan pangan dan kontribusi dalam pengendalian inflasi di lingkungan lokal.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Dukung Program Sekolah Peduli Inflasi dari Bank Indonesia

“SPI bukan hanya soal menanam cabai atau tomat, tetapi soal menanam semangat kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap isu ekonomi yang nyata. Ini adalah gerakan kecil dari sekolah untuk berdampak besar pada masyarakat,” ujar Tarwa Mustopa, salah satu juri dari UNISKA.

Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta dan dukungan berbagai pihak, Program Sekolah Peduli Inflasi diharapkan terus tumbuh dan menjadi gerakan edukatif yang berkelanjutan di Tulungagung dan sekitarnya. (yay)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #Sekolah Peduli Inflasi #bank indonesia #uniska #pemkab