TULUNGAGUNG– Viral sebuah video yang menunjukkan siswa SD dari SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer dan berjoget bersama seorang biduan dalam acara tasyakuran dan perpisahan kelas 6.
Video berdurasi sekitar 59 detik beredar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat Tulungagung.
Dalam video tersebut, tampak dua siswa laki-laki berjoget dengan gaya tak lumrah di depan biduan yang tengah bernyanyi.
Aksi tersebut disaksikan sejumlah ibu-ibu yang bahkan terlihat memberikan uang kepada siswa untuk disawerkan kepada penyanyi.
sdBaca Juga: SD Favorit di Tulungagung Diserbu Calon Murid Baru saat SPMB 2025 Hari Pertama, Kuota Bahkan Nyaris Penuh
Beberapa di antaranya juga tampak merekam aksi itu dengan ponsel sambil tertawa dan bersorak.
Sementara itu, sang biduan tetap melanjutkan lagu tanpa reaksi berlebihan.
Salah satu pembawa acara juga tampak larut dalam suasana, bahkan terdengar suara mengajak siswa lain untuk naik ke panggung dan berjoget bersama.
Menanggapi video yang viral ini, Kepala SDN 1 Kenayan, Admim Kholisina menyatakan, bahwa acara dalam video tersebut bukan bagian dari kegiatan resmi sekolah.
"Pihak sekolah hanya menggelar pelepasan siswa kelas 6 secara sederhana. Hanya ada paduan suara dan simbolis pelepasan balon. Tidak ada hiburan elekton maupun tampilan lain," terangnya ketika dikonfirmasi, Kamis (19/6/2025).
Admim mengaku kaget dan menyayangkan kejadian tersebut. Kegiatan yang viral tersebut merupakan inisiatif dari sebagian orang tua siswa yang menggelar acara sendiri di luar tanggung jawab sekolah.
"Hiburan elektun dan biduan pun juga dari mereka sendiri. Sekolah sudah tidak ikut campur dalam acara tersebut," ujarnya.
"Kami tidak terlibat dalam acara itu. Kami berharap orang tua bisa lebih bijak dalam merayakan momen perpisahan anak-anak," imbuhnya.
Pihak sekolah juga telah menerima permintaan maaf secara tertulis dari orang tua yang merekam video tersebut.
Admim menambahkan bahwa pihak sekolah akan menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi agar ke depan kejadian serupa tidak terulang.
"Orang tua yang merekam video tersebut juga sudah datang untuk meminta maaf kepada pihak sekolah, secara langsung maupun tertulis," pungkasnya. (sri)
Editor : Didin Cahya Firmansyah