TULUNGAGUNG- Video viral siswa yang berjoget dan menyawer biduan dalam acara perpisahan siswa SD di Tulungagung menuai keprihatinan dari berbagai pihak.
Termasuk dari Dewan Pendidikan (DP) Tulungagung, Ahmad Syifa, yang menilai peristiwa tersebut menjadi cermin dari lemahnya pendidikan moral di tingkat dasar.
"Pendidikan kita memang perlu diperbaiki, baik dari sisi kualitas maupun moral. Kasus siswa SD di Tulunggagung yang nyawer dalam kondisi berseragam lengkap jelas menunjukkan bahwa pendidikan karakter belum berjalan dengan baik," ujarnya, Jumat (20/6/2025).
Ahmad menjelaskan, ketimpangan kualitas pendidikan masih terlihat di berbagai sisi. Upaya pembenahan sudah mulai dilakukan secara nasional, termasuk sedang diupayakan Menteri Pendidikan saat ini. Namun, perbaikan itu dinilai belum menyentuh akar persoalan di lapangan.
"Keluhan datang dari berbagai pihak, baik dari guru maupun orang tua. Salah satunya karena kebijakan pemerintah yang kurang memahami kondisi nyata di sekolah," katanya.
Salah satunya beban administrasi yang tinggi sebagai salah satu penyebab guru kesulitan fokus pada pembinaan moral dan kebutuhan peserta didik.
"Guru banyak disibukkan laporan administrasi online, sementara perhatian terhadap siswa jadi berkurang. Di sisi lain, siswa juga terbebani pekerjaan rumah yang akhirnya membebani orang tua," jelasnya.
Dia menegaskan, perlunya evaluasi menyeluruh dalam penyusunan kebijakan pendidikan agar tidak berorientasi pada kepentingan kelompok atau pribadi.
"Sudah saatnya kebijakan pendidikan disusun tanpa motivasi keuntungan pribadi atau kelompok, seperti yang sering terjadi sebelumnya. Harus benar-benar menyentuh kebutuhan pendidikan," pungkasnya.
DIberitakan sebelumnya, sebuah video berdurasi 59 detik yang menunjukkan siswa SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer dan berjoget bersama seorang biduan.
Aksi itu terjadi dalam acara tasyakuran dan perpisahan siswa kelas 6 yang beredar luas di media sosial serta menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Kepala SDN 1 Kenayan, Admim Kholisina menyatakan, acara dalam video tersebut bukan bagian dari kegiatan resmi sekolah.
"Dari pihak sekolah hanya menggelar pelepasan siswa kelas 6 secara sederhana. Hanya ada paduan suara dan simbolis pelepasan balon. Tidak ada hiburan electone maupun tampilan lain," terangnya Kamis (19/6). (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah