Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Siswa SD di Tulungagung Sawer Biduan Dangdut, Pengamat Pendidikan: Sekolah tetap Perlu Bertanggungjawab secara Moral

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 22 Juni 2025 | 02:30 WIB

 

Viral sebuah video yang menunjukkan siswa SD dari SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer biduan.
Viral sebuah video yang menunjukkan siswa SD dari SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer biduan.

TULUNGAGUNG– Video viral yang memperlihatkan siswa SD di Tulungagung berjoget dan nyawer biduan dalam acara perpisahan menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari pengamat pendidikan dasar, Hadi Wijayanto, seorang Magister Pendidikan Dasar dari Universitas Negeri Malang yang kini berdomisili di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.

Menurut Hadi, kejadian di Tulungagung ini sangat disayangkan apalagi terjadi di jenjang SD yang menjadi fondasi utama pembentukan karakter anak.

"Sebagai pengamat pendidikan, saya sangat menyayangkan kejadian ini. Sekolah dasar merupakan tahap pendidikan yang mendasari segalanya. Apa yang ditanamkan di usia ini akan terbawa hingga jenjang berikutnya," ujarnya ketika dikonfirmasi Sabtu (21/6/2025).

Dia memahami bahwa aksi seperti joget dan sawer bisa jadi merupakan bagian dari budaya masyarakat dalam acara hiburan.

Namun, hal itu menjadi tidak tepat jika dilakukan dalam konteks lingkungan sekolah dan terlebih lagi oleh anak-anak yang masih mengenakan seragam sekolah.

"Ini bisa memberi pesan seolah sekolah mengajarkan budaya 'nyawer' sebagai hal yang baik, padahal ini tidak mendidik. Identitas sekolah tetap melekat, baik lewat seragam maupun atribut lain seperti banner di lokasi acara," lanjutnya.

Meski pihak SDN 1 Kenayan Tulungagung menyatakan bahwa acara tersebut bukan bagian dari kegiatan resmi sekolah, Hadi menilai bahwa sekolah tetap perlu bertanggung jawab secara moral.

"Sekalipun acara itu diklaim di luar tanggung jawab sekolah, nyatanya kegiatan itu tetap membawa nama institusi pendidikan. Ini menjadi pelajaran penting agar sekolah lebih berhati-hati dan aktif mengawasi kegiatan siswa, terutama jika masih dalam nuansa atau atribut sekolah," tegasnya.

Dia berharap kejadian ini menjadi momen evaluasi, tidak hanya bagi sekolah bersangkutan, tetapi juga seluruh satuan pendidikan di jenjang dasar agar benar-benar menjalankan peran sebagai pembentuk karakter yang kuat dan bermoral.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video berdurasi 59 detik menunjukkan siswa SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer dan berjoget bersama seorang biduan.

Aksi itu terjadi dalam acara tasyakuran dan perpisahan siswa kelas 6 yang beredar luas di media sosial serta menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Kepala SDN 1 Kenayan, Admim Kholisina menyatakan, acara dalam video tersebut bukan bagian dari kegiatan resmi sekolah.

"Dari pihak sekolah hanya menggelar pelepasan siswa kelas 6 secara sederhana. Hanya ada paduan suara dan simbolis pelepasan balon. Tidak ada hiburan electone maupun tampilan lain," terangnya, Kamis (19/6/2025). (sri/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #Hadi Wijayanto #siswa sd #sawer biduan dangdut