TULUNGAGUNG – Dalam berbagai pengajian dan majelis ilmu yang rutin diselenggarakan di wilayah Tulungagung, para ulama dan kyai sering menyampaikan pesan penting mengenai siapa saja orang-orang yang dijanjikan tidak akan tersentuh api neraka oleh Allah SWT.
Pesan ini bukan sekadar nasihat biasa, namun bersumber dari hadits-hadits shahih dan ajaran salafus shalih.
Berikut ini adalah 5 ciri-ciri orang yang tak tersentuh api neraka, sebagaimana sering dijelaskan oleh ulama Tulungagung:
1. Memiliki Akhlak yang Lembut dan Tidak Pemarah
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka orang yang lembut, mudah bergaul, dan bersikap santun."
Ulama Tulungagung kerap menekankan bahwa akhlak adalah cermin iman.
Orang yang lemah lembut, sabar, dan tidak cepat marah dijanjikan perlindungan dari panasnya api neraka.
Ini banyak ditemukan pada sosok para santri dan kyai kampung yang sederhana, namun penuh kasih sayang.
2. Menjaga Shalat Lima Waktu dengan Khusyuk
Menurut KH. Mustofa Zain dari Kalidawir, shalat yang tepat waktu dan khusyuk adalah kunci keselamatan.
Allah tidak akan menyiksa dengan api neraka orang yang benar-benar menjaga hubungan dengan-Nya lewat shalat.
Bahkan disebutkan dalam hadis bahwa api neraka tidak akan menyentuh bagian tubuh yang digunakan untuk sujud.
3. Gemar Memberi Makan dan Peduli Sesama
Orang yang dermawan dan peduli terhadap fakir miskin juga mendapat jaminan keamanan dari siksa neraka.
Para ulama Tulungagung menyebut bahwa amalan sosial seperti sedekah makanan, membantu tetangga, dan memuliakan tamu adalah ciri ahli surga.
Mereka yang murah hati akan dilindungi Allah dari azab-Nya.
4. Sering Beristighfar dan Bertaubat
Salah satu kebiasaan yang ditekankan oleh para ulama adalah memperbanyak istighfar setiap hari.
Dalam pengajian malam Jumat di beberapa masjid Tulungagung, doa dan istighfar berjamaah rutin dilaksanakan.
Orang yang banyak beristighfar akan dijauhkan dari api neraka, karena dia senantiasa membersihkan dosanya di dunia.
5. Air Mata yang Tulus karena Takut kepada Allah
Ulama sepuh seperti KH. Sa’id dari Ngunut pernah menyampaikan, “Air mata yang jatuh karena takut kepada Allah akan memadamkan api neraka.”
Tangisan karena taubat dan rasa takut kepada Allah adalah tanda hati yang hidup.
Orang seperti ini sangat dijaga oleh Allah di akhirat kelak.
Banyak ulama dan guru ngaji di Tulungagung menekankan bahwa keselamatan dari api neraka bukan sekadar doa, melainkan buah dari amal dan hati yang bersih.
Mari kita introspeksi, sudahkah kita memiliki tanda-tanda tersebut?
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: "Tidak akan disentuh api neraka, orang yang menangis karena takut kepada Allah.”(HR. Tirmidzi). (rin)
Editor : Vidya Sajar Fitri