Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

UAS Mahasiswa KPI UIN SATU Tulungagung Gelar Festival Jurnalistik, Pamerkan Karya untuk Publik dengan Asah Sensivitas Sosial

Tim Redaksi • Minggu, 6 Juli 2025 | 15:30 WIB

 

Tugas UAS mata kuliah jurnalistik mahasiswa prodi KPI UIN SATU Tulungagung,gelar Festival Jurnalistik, di Pendapa Taman Bina Bakat dan Kemptensi Siswa Tulungagung, Sabtu (5/7/2025).
Tugas UAS mata kuliah jurnalistik mahasiswa prodi KPI UIN SATU Tulungagung,gelar Festival Jurnalistik, di Pendapa Taman Bina Bakat dan Kemptensi Siswa Tulungagung, Sabtu (5/7/2025).

TULUNGAGUNG - Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menggelar Festival Jurnalistik sebagai bentuk Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Jurnalistik yang diampu oleh dosen Amrullah Ali Moebin.

Festival di Pendapa Taman Bina Bakat dan Komptensi Siswa Tulungagung, ini menjadi penutup dari proses pembelajaran yang panjang dan intensif selama satu semester, yang tekanan pada penguasaan praktik jurnalistik dan keterampilan media secara komprehensif.

Mahasiswa KPI UIN SATU Tulungagung ini tidak hanya menunjukkan hasil karya, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para praktisi media industri dan masyarakat.

Festival yang berlangsung dimulai Senin (30/7/2025) hingga Sabtu (5/7/2025) malam. Kegiatan ini meliputi berbagai agenda penting: seminar nasional, workshop pelatihan fotografi dan videografi, bedah karya jurnalistik, hingga pameran publik yang berlangsung di sekitar Alun-Alun Tulungagung pada Sabtu (5/7/2025).

Setiap kegiatan dirancang untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional serta mengasah sensitivitas sosial mereka melalui karya-karya jurnalistik.

Ketua pelaksana festival Jurnalistik Muhammad Dandi Rama Wijaya mengatakan, festival ini adalah kali kedua sebelumnya telah diadakan pada tahun 2023 oleh mahasiswa KPI angkatan 2022.

Baca Juga: Daftar Ulang Jalur UM-PTKIN 2025 di UIN SATU Tulungagung Resmi Dibuka, Mahasiswa Baru Wajib Lengkapi Berkas

Dia menceritakan setiap mata kuliah jurnalistik itu tugas UAS-nya adalah menggelar festival di dalam festival itu karya mahasiswa di bedah dan dipamerkan.

“Kegiatan dirancang oleh kepanitian mahasiswa KPI angkatan 2024 pada tahun ini. Kami mengambil tema tentang Matraman Tempo Dulu,” ujar mahasiswa semester 2 ini.

Liputan Mendalam sebagai Awal Proses

Sebelum kegiatan festival dimulai, siswa terlebih dahulu diberi tugas membuat karya liputan mendalam (pelaporan mendalam) yang dikembangkan menjadi dua bentuk output : tulisan feature individual dan produksi film dokumenter secara berkelompok.

Tema-tema yang diangkat cukup beragam, mulai dari kisah-kisah komunitas marjinal, pelestarian budaya lokal, isu sosial kemasyarakatan, hingga praktik keagamaan yang kontekstual.

Karya-karya mahasiswa kemudian dikurasi dan mendapatkan ulasan kritis dari para profesional media dan pelaku industri kreatif, sebagai bagian dari proses evaluasi dan refleksi pembelajaran yang substantif.

Dandi menuturkan, setiap kelas dibagi kelompok. Kemudian setiap orang memiliki tanggung jawab untuk melakukan peliputan dan memproduksi karya. Secara individu masing-masing mahasiswa menulis karya jurnalistik.

“Saya kebetulan liputan tentang peternakan sapi di Sendang. Teman-teman cukup antusias dalam mengerjakan liputan ini,” tuturnya.

Tiga Agenda Utama: Seminar, Pelatihan, dan Bedah Karya

Festival dibuka dengan Seminar Nasional bertema “Bermedia Sehat, Bermental Mahasiswa”, yang menyoroti pentingnya literasi digital dan kesehatan mental di era media sosial.

Seminar ini menjadi wadah refleksi mahasiswa terhadap peran media dalam membentuk pola pikir dan kesejahteraan psikologis generasi muda, khususnya kalangan kampus. Dalam seminar ini menghadirkan psikolog dan praktisi komunikasi.

Selain seminar, mahasiswa juga menggelar workshop fotografi dan videografi dengan pendekatan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Cerita Dosen UIN SATU Tulungagung Zulfatun Ni'mah Perjuangkan Kesetaraan Gender di Momen Peringatan Hari Kartini 2025

Workshop ini ditujukan untuk memberikan keterampilan praktis bagi mahasiswa agar bisa berkolaborasi dengan pelaku UMKM dan masyarakat umum dalam memanfaatkan visual sebagai alat promosi.

Kegiatan selanjutnya adalah bedah karya tulis dan video dokumenter, yang menampilkan karya jurnalistik hasil liputan mahasiswa.

Karya-karya tersebut diproduksi secara individual dalam bentuk feature dan secara berkelompok dalam bentuk video dokumenter. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari isu sosial, budaya, hingga potret kehidupan komunitas marjinal.

Karya Mahasiswa Dikurasi oleh Media Profesional

Uniknya, sebelum festival digelar, siswa telah melalui tahapan peliputan yang intensif dan terstruktur.

Hasil liputan ini kemudian dipresentasikan dan dikurasi oleh berbagai pihak profesional, antara lain Danu jurnalis dan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri; Fionna dan Barlian Anung dua pegiat film Tulungagung; serta praktisi public speaking Jawa Timur Ulfi.

Kehadiran para ahli ini memberi ruang kritik dan apresiasi yang konstruktif terhadap karya mahasiswa.

Para pengulas mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam mengeksplorasi isu-isu lokal secara mendalam dan menyentuh.

Karya-karya tersebut tidak hanya menampilkan teknik jurnalistik yang solid, tetapi juga menampilkan empati dan keberpihakan terhadap masyarakat akar rumput.

Dari AJI Kediri, Danu Sukendro, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai sebagai ruang penting bagi siswa untuk belajar sekaligus membangun portofolio.

“Saya mengapresiasi acara ini. Ini merupakan inisiasi yang patut diapresiasi karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkarya dan membangun portofolio secara nyata,” ungkapnya.

Baca Juga: MK Kabulkan Sebagian Uji Materi Undang-undang Pemilu, Ternyata Ada Sosok Mahasiswa UIN SATU di Baliknya

Menjawab Tantangan Dunia Industri

Dosen pengampu mata kuliah jurnalistik sekaligus penggagas kegiatan ini, Amrullah Ali Moebin menyampaikan, Festival Jurnalistik ini dirancang sebagai sarana pembelajaran berbasis proyek yang menjembatani dunia akademik dan industri.

Dia berharap mahasiswa KPI UIN SATU dapat membekali diri dengan teori yang kuat dan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

“Mahasiswa tidak hanya diuji di ruang kelas, tetapi juga diuji di ruang publik melalui karya dan kontribusi nyatanya,” ujar Amrullah.

Festival Jurnalistik ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembelajaran di kampus dapat diaktualisasikan menjadi gerakan sosial yang berdampak.

Melalui sinergi antara pendidikan, kreativitas, dan isu-isu sosial, mahasiswa KPI UIN SATU Tulungagung menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan dunia media yang dinamis dan terus berkembang.

Amrullah menambahkan bahwa Festival Jurnalistik ini bukan sekadar tugas akhir biasa, tetapi bentuk pendidikan jurnalisme yang partisipatif, kontekstual, dan transformatif.

Dia menyebut pendekatan ini sebagai “jurnalisme humanis” yang berupaya mempertemukan nalar akademik dengan kenyataan sosial.

“Mahasiswa tidak hanya menulis berita, tetapi membangun kesadaran kritis, empati, dan keberpihakan. Mereka diajak tidak hanya menjadi jurnalis, tapi juga warga yang peka,” ujarnya. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#UIN Satu Tulungagung #Festival Jurnalistik #Amrullah Ali Moebin #mata kuliah jurnalistik