Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sekolah Peduli Inflasi (SPI) di Tulungagung, Monitoring Juli Dimulai, Hari Pertama Dinas Pertanian Pantau Bibit di 6 Sekolah

Rahmat Nur Yahya • Selasa, 8 Juli 2025 | 01:15 WIB
Menindaklanjuti program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) dari Bank Indonesia, Dinas Pertanian (Dintan) Tulungagung mulai melaksanakan monitoring tahap awal pada Senin (7/7/2025).
Menindaklanjuti program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) dari Bank Indonesia, Dinas Pertanian (Dintan) Tulungagung mulai melaksanakan monitoring tahap awal pada Senin (7/7/2025).

TULUNGAGUNG – Menindaklanjuti program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) dari Bank Indonesia, Dinas Pertanian (Dintan) Tulungagung mulai melaksanakan monitoring tahap awal pada Senin (7/7/2025).

Kegiatan ini menjadi monitoring perdana di bulan Juli, dengan fokus pada perkembangan bibit cabai besar, cabai kecil (rawit), dan tomat yang ditanam oleh siswa-siswi peserta SPI Tulungagung.

Dalam monitoring pertama ini, tim dari Dintan Tulungagung yang terjun langsung ke lapangan adalah Ir Muchamad Mahmudi dan Imam Suryadi, SP, MM.

Keduanya melakukan pemantauan secara menyeluruh ke enam sekolah yang telah aktif dalam menanam komoditas hortikultura tersebut, yakni:

• SMP Santa Maria
• SMP Negeri 2 Tulungagung
• SMP Negeri 1 Tulungagung
• SMP Negeri 1 Kedungwaru
• SMP Negeri 3 Tulungagung
• SMP Negeri 6 Tulungagung

Monitoring ini bertujuan untuk mengumpulkan data pertumbuhan bibit sebagai bahan penilaian oleh para juri SPI, sekaligus menjadi bagian dari proses survei lapangan untuk melihat sejauh mana perkembangan tanam yang telah dilakukan sejak program dimulai.

Melalui kegiatan ini, tim Dintan juga melakukan pendampingan teknis, memberi masukan langsung kepada pihak sekolah terkait media tanam, pola perawatan, serta pengendalian hama dan cuaca.

Photo
Photo

Dintan berharap monitoring ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi sekolah-sekolah peserta untuk terus meningkatkan kualitas kebun edukasi mereka.

Menurut tim monitoring dari Dintan, kegiatan ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa tentang pentingnya produksi pangan lokal sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.

“Kita membantu memonitoring pertumbuhan bibit ini untuk hasil penilaian dan laporan kepada tim juri, untuk hasil yang maksimal," ungkap tim Dintan.

Antusiasme tinggi tampak dari siswa dan guru pendamping di setiap sekolah yang dikunjungi.

Mereka menyambut baik kegiatan ini dan berharap hasil penanaman dapat tumbuh optimal serta memberi kontribusi positif dalam pelaksanaan SPI ke depan.

Monitoring akan terus dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah lainnya dalam beberapa hari ke depan, sebagai bagian dari agenda evaluasi menyeluruh program SPI di Kabupaten Tulungagung. (yay)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#SPI 2025 #tulungagung #Sekolah Peduli Inflasi #bank indonesia