TULUNGAGUNG - Seiring perkembangan zaman, digitalisasi menjadi kenicayaan yang tak dapat ditinggalkan pada saat ini.
Platform digital hingga media sosial berkembang begitu cepat. Dimana hal ini menjadi kemajuan peradaban yang tergolong pesat.
Dosen Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Muhammad Ja'far As-Shodiq mengatakan, digitalisasi di era modern ini menjadi tanda bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan segala perkembangan dunia digital.
Namun dibalik digitalisasi kian pesat, identitas kultur dari masyarakat yang lebih mengedepankan adab dan normal ketimuran.
"Kultur masyarakat kita yang lebih menekankan pada adab moral ketimuran tentu tetap harus dipertahankan," jelasnya, Rabu, 9 Juli 2025.
Mengikuti perkembangan digitalisasi dengan tetap memegang teguh kultur, seharusnya menjadi arah visi dan misi dalam perkembangan teknologi digital kedepannya.
Bahkan, perkembangan digitalisasi yang menawarkan efesiensi dan efektivitas menjadi implikasi yang dapat diintegrasikan dengan nilai moral dan agama.
"Visi dan misi dalam perkembangan digitalisasi memang penting. Hal ini telah disadari oleh dunia pendidikan kita," ucapnya.
Pendidikan sebagai tonggak penting dalam membina masyarakat mulai meramu dan membuat strategi yang bagus.
Digitalisasi lembaga pendidikan memberikan literasi dan mewujudkan transformasi digital ke arah yang tepat.
Selain memperkuat pengelolaan dan pembelajaran digital juga melakukan integrasi dan transformasi adab dan internalisasi nilai agama di dalamnya.
Hal ini penting agar masyarakat kita tidak lepas dari batasan-batasan dalam mengunakan dan menerima informasi dari berbagai sumber digital sekarang ini.
"Kedepan teknologi digital secara tepat akan bisa memberikan dampak positif bagi segala aspek karna memiliki jangkauan yang luas dan dimensi yang lebih berwarna," tutupnya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz