TRENGGALEK- Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Kimia Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng dosen dan mahasiswa Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS)-Mojokerto, mahasiswa internasional dari University of Malaya (UM)-Malaysia, dan Shaheed Mohtarma Benazir Bhuto Medical University (SMBBMU) Larkana-Pakistan, dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Senden, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 7-11 Juli 2025 sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan potensi desa berbasis sumber daya alam dan konsep Eco Green Tourism.
Kegiatan ini didanai oleh Universitas Airlangga melalui skema Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) Tahun 2025 dengan judul program “Pengembangan Potensi Desa Wisata Goa Ngerit Desa Senden, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek dengan Menerapkan konsep Eco Green Tourism”.
Berdasar keterangan dari Prof Dr Nanik Siti Aminah MSi selaku koordinator kegiatan, pembukaan kegiatan dilakukan pada 7 Juli 2025 bertempat di Universitas Airlangga dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Dr Miratul Khasanah MSi.
Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga, pembacaan ayat suci Alquran dan doa, pemasangan simbolis jaket ICS, serta kuliah tamu dari Assoc Prof Dr Mir Hasan dari SMBBMU Pakistan yang menyampaikan materi dengan judul: “Pakistan culture and cuisine tradition from a biochemist's perspective”.
Acara ini juga dilengkapi dengan pembekalan kepada seluruh delegasi ICS-2025 tentang stika berperilaku di desa yang disampaikan oleh Prof Dr Alfinda Novi Kristanti DEA.
Pelatihan pembuatan produk herbal dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yaitu Balai Desa Senden dan MI Senden. Sasaran pelatihan di Balai Desa Senden adalah ibu-ibu kader dan anggota PKK Desa Senden, sementara peserta di MI Senden terdiri dari guru MI Senden dan SMP Islam Kampak.
Sebelum sesi praktik, peserta terlebih dahulu menerima materi pengantar tentang tanaman herbal oleh perwakilan mahasiswa UNAIR, serta materi “Pariwisata Berbasis Pelestarian Alam dan Wisata Edukatif Desa Senden” yang disampaikan oleh Bapak Johan selaku dosen UNIMAS yang juga konsultan tourism dari Dinas Pariwisata Kota Mojokerto.
Sebanyak empat produk herbal dipraktikkan secara langsung cara pembuatannya dalam kegiatan ini, yakni dua jenis teh herbal (Jagara dan Legani), minyak angin (Ruwatherapy), serta balsam aromaterapi (Cūrabalm).
Seluruh produk berasal dari bahan baku lokal yang sebelumnya telah dieksplorasi dan diidentifikasi pada Juli 2024.
Dari total 104 jenis tanaman obat yang berhasil dikumpulkan, selanjutnya diseleksi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produk herbal.
Pelatihan hari pertama dilaksanakan pada 9 Juli 2025 di Balai Desa Senden dan diikuti oleh 23 peserta. Ibu-ibu kader dan anggota PKK terlihat antusias, terbukti dari aktif dalam bertanya terkait bahan, manfaat, serta proses pembuatan produk herbal. Kegiatan diakhiri dengan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta teraktif.
Pelatihan hari kedua berlangsung di MI Senden pada 10 Juli 2025 dengan peserta dari kalangan pendidik yang berjumlah 25 para guru, baik dari MI Senden maupun dari SMP Islam Kampak.
Antusiasme tinggi kembali terlihat dari semangat para guru dalam mencoba seluruh produk yang diajarkan. Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah kepada peserta paling aktif di masing-masing kelompok.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga diisi dengan FGD (focus group discussion) antara siswa MI Senden dan SMP Islam Kampak dengan mahasiswa internasional UNAIR dan luar UNAIR.
FGD ini membahas pengenalan budaya masing-masing negara asal mahasiswa internasional, serta pembelajaran bahasa Inggris dasar secara interaktif. Pemberian hadiah juga diberikan kepada siswa yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya program ini, diharapkan potensi wisata Desa Senden dapat terus berkembang, tidak hanya dari sisi alam, tetapi juga melalui inovasi produk herbal lokal yang ramah lingkungan, bernilai ekonomis, dan dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata edukatif berbasis Eco Green Tourism.(*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah