Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tujuh Sekolah di Tulungagung Jalani Penjurian Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) di Periode Kedua Hari Pertama

Rahmat Nur Yahya • Rabu, 23 Juli 2025 | 03:45 WIB

 

ujuh SMP/MTs di Tulungagung yang menjalani penilaian periode kedua Program Sekolah Peduli Inflasi, Selasa (22/7/2025).
ujuh SMP/MTs di Tulungagung yang menjalani penilaian periode kedua Program Sekolah Peduli Inflasi, Selasa (22/7/2025).

TULUNGAGUNG – Upaya edukasi pengendalian inflasi kini merambah dunia pendidikan. Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI), inisiasi kolaboratif antara Bank Indonesia dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, kembali memasuki tahap penting melalui proses penjurian tahap kedua yang digelar serentak di tujuh sekolah, Selasa (22/7/2025).

Tujuh SMP/MTs di Tulungagung yang menjalani penilaian periode kedua Program Sekolah Peduli Inflasi terdiri dari SMP Islam Al Azhaar, SMPN 3 Kedungwaru, SMPN 2 Kedungwaru, SMP Al Badar, SMPN 2 Ngantru, MTsN 7 Tulungagung, dan SMPN 1 Ngantru.

Penjurian Sekolah Peduli Inflasi periode kedua ini dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan metode kunjungan bergilir oleh tim juri ke masing-masing SMP/MTs di Tulungagung tersebut.

Tim juri berasal dari lintas sektor profesional, yaitu dua dosen dari Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri, Titik Irawati SP MP dan Tarwa Mustopa SP MAgr, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung Roro Dyah Angreni, serta jurnalis Radar Tulungagung Didin Cahya F.

Penjurian tahap Juli ini merupakan evaluasi awal untuk mengukur tingkat keseriusan dan komitmen sekolah dalam mengimplementasikan program SPI.

Lima aspek utama menjadi indikator penilaian, masing-masing memiliki bobot berbeda:

• Proses (15%): Menilai keberhasilan awal penanaman melalui dokumentasi video, populasi tanaman, tingkat keberhasilan tumbuh, serta jenis komoditas pendukung.

• Progres (20%): Berdasarkan hasil observasi tim UNISKA, yang mencakup pertumbuhan tanaman, serangan hama dan kebersihan lingkungan.

• Kreativitas (30%): Aspek dengan bobot tertinggi, meliputi penataan kebun, metode tanam, penggunaan pupuk dan pestisida alami, sistem irigasi, hingga inovasi berbasis video.

• Keterlibatan (20%): Menggambarkan sejauh mana elemen sekolah ikut berpartisipasi, dari kepala sekolah hingga petugas kebersihan.

• Output (15%): Menilai hasil nyata dari kegiatan, seperti bobot panen cabai, strategi pemasaran, dan pengelolaan pascapanen.

Photo
Photo

Program Sekolah Peduli Inflasi tak sekadar menanam tanaman hortikultura, namun menjadi ruang belajar nyata yang mengintegrasikan pendidikan, keterampilan hidup, dan kepedulian terhadap isu ekonomi lokal.

“SPI bukan hanya soal menanam cabai atau tomat, tetapi soal menanam semangat kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap isu ekonomi yang nyata. Ini adalah gerakan kecil dari sekolah untuk berdampak besar pada masyarakat,” ujar Tarwa Mustopa dari UNISKA.

Dengan semangat tinggi dari para siswa dan dukungan penuh dari sekolah serta stakeholder terkait, Program Sekolah Peduli Inflasi diharapkan terus berkembang sebagai gerakan edukatif berkelanjutan yang membawa manfaat luas, tak hanya bagi dunia pendidikan, namun juga masyarakat Tulungagung secara keseluruhan.(*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#uniska kediri #2025 #tulungagung #Sekolah Peduli Inflasi #radar tulungagung