Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Guru Asal Tulungagung yang Pernah Belajar di Tiongkok, Prapti Rahayu: Menyalakan Api Perubahan dari Ruang Kelas

Mega Mustika Sari • Kamis, 24 Juli 2025 | 02:30 WIB
Prapti Rahayu, guru SMAN 1 Boyolangu Tulungagung memiliki perjalanan panjang pendidikannya dari jenjang sarjana hingga doktoral. 
Prapti Rahayu, guru SMAN 1 Boyolangu Tulungagung memiliki perjalanan panjang pendidikannya dari jenjang sarjana hingga doktoral. 

TULUNGAGUNG – Di tengah arus perubahan dunia pendidikan, ada satu sosok di SMAN 1 Boyolangu Tulungagung yang konsisten menyalakan lentera. Bukan lewat gebrakan besar atau retorika tinggi, tetapi melalui gerakan senyap yang mengakar dari ruang kelas, pelatihan guru, hingga pengembangan kurikulum.

Dialah Prapti Rahayu, seorang pendidik di Tulungagung dengan semangat belajar yang tak pernah padam. Baginya, menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi jalan sunyi yang membutuhkan keberanian untuk terus bertransformasi.

Perjalanan panjang warga Kelurahan Tertek, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, dalam pendidikannya dari jenjang sarjana hingga doktoral bukan sekadar demi gelar. Menjadikannya sebagai fondasi untuk memahami pendidikan dari berbagai sisi. Salah satu pengalaman paling membekas adalah saat mengikuti program pengembangan ke Tiongkok.

Dia di sana menyaksikan langsung bagaimana pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada siswa mampu menciptakan atmosfer belajar yang sehat dan menyenangkan.

Pengalaman itu memperkaya sudut pandangnya tentang dunia pendidikan. Ketika kemudian mengajar di SMAN 1 Boyolangu, dia mulai aktif menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan berpihak pada siswa.

Dia terus memperkuat peran sebagai guru pembelajar, mengikuti pelatihan-pelatihan nasional, dan mendampingi sesama guru dalam memahami kebijakan serta menerapkannya secara lebih kontekstual di kelas.

“Saya ini tidak pintar, tapi saya mau belajar. Kalau bisa ikut pelatihan, ya saya ambil. Karena menurut saya, guru itu jangan sampai berhenti belajar. Nggak cuma murid yang harus berkembang,” tuturnya sambil tersenyum.

Perubahan itu tentu tidak selalu mudah. Ada tantangan, resistensi, bahkan cibiran. Namun dia tidak melangkah sendiri. Tetap menjalin kolaborasi dengan rekan guru lain, khususnya di bidang teknologi, untuk mendorong pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Keduanya saling menguatkan dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, digital, dan berpihak pada siswa.

“Saya sering bilang ke teman-teman guru, jangan takut beda. Kalau memang ada yang bisa kita ubah demi kebaikan murid, ya kenapa tidak? Kadang dianggap aneh dulu, tapi kalau sudah terasa manfaatnya, semua ikut jalan,” ucapnya mantap.

Sebagai guru, dia percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas, dari cara pandang, dan dari keberanian untuk terus belajar dan beradaptasi. Dia berusaha menjadi bagian dari gerakan kecil namun bermakna yang menyalakan semangat belajar tidak hanya di kalangan siswa, tetapi juga di antara guru lainnya.

Langkah Prapti Rahayu mungkin sunyi, tapi jejaknya terasa. Dia membuktikan bahwa perubahan besar tak selalu lahir dari panggung besar kadang justru tumbuh dari ketulusan seorang guru yang memilih untuk terus belajar dan mencintai proses. (meg)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #sman 1 boyolangu #guru