MOJOKERTO - Impian besar dimulai dari langkah kecil. Semangat inilah yang menjadi latar belakang digelarnya kegiatan bertajuk Menata Langkah, Menggapai Mimpi oleh Mahasiswa KKN BBK 6 Universitas Airlangga (UNAIR) di SD Negeri Jatijejer, Mojokerto, pada Senin (14/7/2025).
Kegiatan dari UNAIR ini mengusung misi besar untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya pendidikan lanjutan dan keberanian merancang masa depan sejak dini.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 ini dirancang mahasiswa UNAIR dengan pendekatan psikososial yang mendorong siswa untuk mengenali potensi diri, menumbuhkan mimpi, serta memahami hubungan antara pendidikan dan cita-cita.
Mahasiswa UNAIR membawakan materi mengenai beragam profesi, mulai dari dokter, guru, tentara, ilmuwan, hingga profesi modern seperti desainer dan content creator, untuk membuka wawasan siswa terhadap dunia kerja yang sangat luas dan terus berkembang.
Tak hanya menyampaikan teori, kegiatan juga diselingi dengan sesi interaktif seperti pohon mimpi, tempat siswa menuliskan cita-cita mereka dan menempelkannya sebagai komitmen awal dalam mengejar impian.
Dari 44 siswa yang terlibat, sebanyak enam anak dengan berani tampil di depan kelas menceritakan cita-cita mereka lengkap dengan alasan pemilihannya.
Kegiatan ini mendorong keberanian berbicara di depan umum, sekaligus memperkuat kepercayaan diri dan orientasi masa depan.
Kegiatan ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yakni Pendidikan Berkualitas, terutama pada aspek meningkatkan kesetaraan akses pendidikan dan memperkuat literasi masa depan di kalangan anak-anak.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi keluarga pedesaan, kegiatan seperti ini menjadi penting untuk menjaga motivasi anak tetap tinggi terhadap pendidikan.
Mahasiswa UNAIR bertindak sebagai fasilitator perubahan, tidak sekadar mentransfer ilmu tetapi juga menumbuhkan harapan dan optimisme.
Dengan menanamkan mimpi dan keberanian sejak SD, generasi muda desa memiliki bekal mental dan orientasi yang kuat untuk terus maju.
Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang dilakukan tidak hanya di Jatijejer, tetapi juga di seluruh wilayah terpencil yang masih menghadapi tantangan akses pendidikan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah