Ratusan Mahasiswa Mengabdi, Edukasi Kesehatan hingga Pemberdayaan Masyarakat
KEDIRI – Dalam rangka melakukan pengabdian kepada masyarakat, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Program ini berlangsung sejak Senin (11/8) dan berakhir Sabtu (30/8).
Rektor IIK Bhakti Wiyata Kediri, Prof Dr Apt Muhamad Zainuddin secara langsung melepas sebanyak 623 mahasiswa menjalankan KKN.
Ratusan mahasiswa ini akan menebar kontribusi nyata pengabdian kepada masyarakat di seluruh desa di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
Tema KKN tahun 2025 adalah wujud kampus berdampak dalam penguatan kemandirian masyarakat EMAS 3.0.
Prof Zainuddin sapaannya kepada mahasiswa KKN, bahwa kegiatan ini mampu menjadi wadah implementasi pengetahuan.
Sekaligus jembatan kontribusi nyata antara dunia akademik dan kehidupan masyarakat desa.
Dia menjelaskan KKN tahun ini dirancang untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di bangku perkuliahan.
“Selama 21 hari, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa,” ujarnya.
Program ini mencakup edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, inovasi dalam bidang lingkungan, serta penguatan potensi ekonomi lokal.
Melalui kegiatan ini, IIK Bhakta menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Momen pelepasan mahasiswa KKN ditandai dengan penyerahan pohon mangga dengan makna pertumbuhan, keberlanjutan, serta harapan.
Artinya, apa yang ditanam mahasiswa di desa-desa akan memberikan buah yang bermanfaat di masa depan.
Prof Zainuddin juga berharap selama KKN berlangsung mampu menumbuhkan semangat mahasiswa agar senantiasa menjaga nilai tanggung jawab, keberlanjutan, dan dedikasi selama pengabdian berlangsung.
KKN bukan sekadar program wajib akademik, melainkan juga pengalaman pembelajaran kehidupan yang penuh makna.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat desa, mahasiswa diharapkan dapat mengasah empati, kepemimpinan, serta keterampilan kolaborasi lintas bidang.
“Semoga perjalanan KKN ini menjadi pengalaman penuh makna, kontribusi yang berkelanjutan, serta inspirasi bagi masa depan,” pungkasnya. (ik2/tar)
Editor : Vidya Sajar Fitri