Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PPK Ormawa Biro SI Udinus Kediri Tingkatkan Ekonomi Biru Masyarakat Pesisir Desa Keboireng

Tim Redaksi • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22:06 WIB
Tim PPK-Ormawa Biro SI Udinus Kediri kembangkan keterampilan olahan produk dan digitalisasi yang berdaya saing, di Desa Koboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung.(UDINUS KEDIRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Tim PPK-Ormawa Biro SI Udinus Kediri kembangkan keterampilan olahan produk dan digitalisasi yang berdaya saing, di Desa Koboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung.(UDINUS KEDIRI/RADAR TULUNGAGUNG)

Melalui Program “Kampung Nelayan Klatak Berbasis Teknologi Coastal Empowerment” 

RADAR TULUNGAGUNG - Biro Sistem Informasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Kediri, melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA), melaksanakan program untuk mengembangkan potensi maritim masyarakat pesisir di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan pelatihan ini didukung oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.

Tim PPK-Ormawa Biro SI Udinus Kediri berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi biru masyarakat Desa Keboireng dengan keterampilan olahan produk dan digitalisasi yang berdaya saing.

Tim PPK Ormawa Biro SI Udinus Kediri sukses merancang program pemberdayaan yang terdiri dari beberapa kegiatan intervensi: Pendampingan Produk Olahan Ikan untuk Kelompok Bu Latif (Ibu Nelayan Aktif dan Kreatif), Workshop Digital Marketing dan Pengelolaan Fresh Market berbasis Cooperative Sales Point, serta Pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang fokus pada kesehatan dan lingkungan.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir Desa Keboireng serta memberikan pendampingan teknis untuk mengoptimalkan potensi maritim.

Pelatihan dan pendampingan sukses menghasilkan kelompok masyarakat yang terampil dan produk unggulan desa seperti sambal ikan, stik ikan, dimsum, dan otak-otak dari program Bu Latif, hingga sistem kasir digital dari program E-Klatak.

Seluruh hasil karya dan produk peserta ditampilkan pada acara puncak Blue Fest yang disemarakkan oleh seluruh warga Desa Keboireng.

Blue Fest dihadiri oleh Camat Kecamatan Besuki, Kepala Desa Keboireng, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung, Perum Jasa Tirta 1 Tulungagung, Puskesmas Besole, BUMDes Keboireng, KUB Mina Klatak.

Acara ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Keboireng untuk melihat langsung dampak dari program pelatihan serta memperkuat komitmen mereka dalam mengembangkan ekonomi biru desa.

Blue Fest tidak hanya menjadi ruang pameran produk hasil olahan ikan, tetapi juga disemarakkan dengan perlombaan yang bertepatan dengan momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kolaborasi ini memperluas jangkauan partisipasi warga, sekaligus memperkuat identitas budaya pesisir.

Kepala Desa Keboireng, Bapak Supirin, menyampaikan bahwa program ini membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat, baik dalam peningkatan ekonomi melalui diversifikasi produk olahan dan pemasaran digital, maupun dalam membangun kesadaran lingkungan serta mempererat solidaritas antarwarga.

Dengan dukungan berbagai pihak, Desa Keboireng diharapkan mampu tumbuh sebagai Desa Maritim Unggul yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. 

Dhiky Resandi Wur Handoyo, selaku ketua pelaksana, berharap Program PPK Ormawa Biro Sistem Informasi PSDKU UDINUS Kediri menjadi langkah nyata dalam peningkatan perekonomian Desa Keboireng melalui produk olahan ikan khas dan digital marketing.

Selain itu, membangun kesadaran lingkungan untuk masyarakat Desa Keboireng agar tetap menjaga lingkungan sehingga menjadi Desa Maritim Unggul.

Program ini juga menjadi wadah untuk peningkatan kapasitas dari tim pelaksana seperti pengalaman di Desa Keboireng bisa menjadi ruang belajar yang berharga.

Bukan hanya dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari, melainkan juga dalam memahami makna pengabdian, kolaborasi, dan kepedulian sosial.

Semoga keterlibatan kita dapat menumbuhkan semangat kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus membentuk pribadi yang lebih tangguh dan solutif sebagai agen perubahan.(*) 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#maritim #perekonomian desa #Udinus Kediri #masyarakat pesisir