Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Universitas Airlangga Dampingi Kelompok Wanita Tani Tulungagung Wujudkan Pertanian Mandiri Berbasis Mikroba

Tim Redaksi • Kamis, 11 September 2025 | 03:59 WIB
Pelaksanaan program pendampingan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pojok, Campurdarat, Tulungagung.(Tim Pengmas Unair)
Pelaksanaan program pendampingan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pojok, Campurdarat, Tulungagung.(Tim Pengmas Unair)

TULUNGAGUNG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melaksanakan program pendampingan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.

Melalui kegiatan berjudul "Sosialisasi Produk Berbasis Mikroba untuk Mendukung Pertanian Terpadu" yang digelar pada Minggu (13/7/2025), tim UNAIR memperkenalkan inovasi teknologi hayati berbasis mikroba untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian petani setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program besar "Demoplot Pertanian Terpadu Sebagai Wahana Pelatihan Guna Mewujudkan Kemandirian Kelompok Wanita Tani di Desa Pojok Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung” yang akan berjalan selama dua tahun, dari 2025 hingga 2026.

Program ini dirancang menjawab permasalahan yang dihadapi KWT Desa Pojok, di mana usaha pertanian, perikanan, dan peternakan yang mereka jalankan masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi.

(Tim Pengmas Unair)
(Tim Pengmas Unair)

Ketua tim pengmas UNAIR, Prof. Dr. Ni'matuzahroh, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberdayakan KWT Desa Pojok.

"Potensi di Desa Pojok ini luar biasa, dengan tiga sektor usaha yang saling berkaitan. Kami hadir untuk memberikan sentuhan teknologi berbasis mikroba agar KWT bisa lebih produktif, efisien, dan mandiri" ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, tim Pengmas UNAIR memperkenalkan tiga produk inovasi berbasis mikroba, yaitu:

● BioFert: Pupuk hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian.

● BioFeed: Formula mikroba untuk fermentasi pakan ternak, sehingga pakan lebih bernutrisi dan mudah dicerna.

● BioFish: Probiotik untuk budidaya ikan air tawar yang berfungsi memperbaiki kualitas air dan meningkatkan kesehatan ikan.

Bukan hanya agenda sosialisasi semata, acara ini juga diisi dengan sesi praktik langsung yang dipandu oleh Drs. Agus Supriyanto, M.Kes selaku anggota pengmas.

Para anggota KWT diajarkan cara memperbanyak formula mikroba secara mandiri.

"Tujuan utama kami adalah kemandirian. Kami berharap setelah program ini selesai, KWT Desa Pojok tidak hanya mampu mengaplikasikan, tetapi juga memproduksi sendiri kebutuhannya. Bahkan, bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Tulungagung," tambah Prof. Ni'matuzahroh.

Acara ini turut dihadiri oleh Bapak Priyono, SP selaku kabid penyuluhan pertanian kabupaten Tulungagung, Bapak Timor, selaku penyuluh pertanian dan perangkat Desa Pojok.

(Tim Pengmas Unair)
(Tim Pengmas Unair)

Dalam sambutannya, Bapak Priyono mengapresiasi sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Tulungagung sangat mendukung program seperti ini. Inovasi dari Universitas Airlangga yang langsung menyentuh dan memberdayakan perempuan petani adalah langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan daerah," katanya.

Salah satu peserta dari KWT, Ibu Atmi, mengaku sangat antusias.

"Kami sangat senang dengan pelatihan ini. Sebelumnya kami hanya tahu cara bertani biasa. Sekarang kami diajarkan membuat pupuk dan pakan sendiri. Semoga ke depannya hasil panen, ternak, dan ikan kami bisa lebih meningkat dan menambah pendapatan keluarga," ungkapnya penuh harap.

Program ini akan dilanjutkan dengan, pendampingan intensif, serta evaluasi berkala selama dua tahun ke depan untuk memastikan teknologi dapat terimplementasi dengan baik dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#desa #wanita tani #pengmas #unair #campurdarat