RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia dengan target 500 Sekolah Rakyat berdiri dalam lima tahun ke depan.
Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif yang dinilai berjalan sangat pesat sejak diluncurkan perdana pada 14 Juli 2025 lalu.
Kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ini berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 yang berlokasi di Jakarta Selatan. Dia kagum terhadap pencapaian yang telah dicapai.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo Subianto mengaku takjub dengan kemajuan pesat program Sekolah Rakyat, bahkan ia tidak menyangka progresnya bisa secepat itu.
Beliau secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Pendidikan, Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta para guru dan wali asrama yang telah bekerja keras mewujudkan program ini.
Keberhasilan awal ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk melanjutkan dan memperluas cakupan program, dengan Presiden Prabowo targetkan 500 Sekolah Rakyat secara ambisius, khususnya di wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
Baca Juga: Dilarang Ada Hambatan Ala Kertas, Presiden Prabowo Minta Program Prioritas Pemerintah Dipercepat
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai jawaban konkret bagi anak-anak yang terpaksa putus sekolah dan mereka yang merasa rendah diri akibat kesulitan ekonomi.
Dengan memberikan lingkungan pendidikan yang sebaik-baiknya dan fasilitas yang memadai, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menarik anak-anak keluar dari jerat kemiskinan dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Presiden optimistis bahwa melalui pendidikan berkualitas, generasi muda Indonesia tidak akan tertinggal dari bangsa-bangsa lain.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana penambahan 100 titik Sekolah Rakyat pada tahun depan, sebagai bagian dari strategi bertahap untuk mencapai target 500 sekolah dalam lima tahun ke depan.
Fokus utama pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah di daerah-daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T), serta kantong-kantong masyarakat yang paling sulit secara ekonomi.
Dalam istilah statistik, program ini menyasar desil satu dan dua, namun juga sedang direncanakan untuk mencakup desil 2, 3, 4, dan 5, memastikan bahwa semua anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang layak.
Mantan Menteri Pertahanan tersebut menegaskan pentingnya intervensi pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan, terutama bagi mereka yang berada di lapisan ekonomi terbawah.
Beliau tidak ingin membiarkan perbaikan terjadi secara alamiah saja, melainkan akan proaktif membantu dengan fasilitas dan lingkungan pendidikan terbaik.
Sekolah Rakyat juga diyakini sebagai investasi jangka panjang yang krusial menuju visi Indonesia Emas 2045.
Meskipun progresnya pesat dan targetnya ambisius, Presiden Prabowo mengakui bahwa Sekolah Rakyat masih akan terus dievaluasi. Mencakup baik tenaga pengajar maupun fasilitas yang tersedia.
Baca Juga: Pasca Arahan Tegas Prabowo Subianto di Kertanegara, Ahmad Dhani Serukan UU Anti Flexing Ala China
Dia berkomitmen untuk terus memperbaiki program ini, mewujudkan apa yang awalnya mungkin terlihat mustahil menjadi mungkin, dengan niat, kepercayaan diri, dan tekad yang kuat.
"Kita tidak hanya angan-angan, punya angan-angan, punya visi. Kita harus mulai dengan cita-cita, mulai dengan impian, tapi kita harus mencapai dengan riil," ujar Prabowo.
Dalam upaya mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah juga akan melakukan investasi besar-besaran di bidang teknologi pendidikan.
Rencananya, puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia akan segera dilengkapi dengan layar digital pintar (smart digital screen) untuk menunjang proses belajar mengajar.
Saat ini, setiap sekolah baru mampu memiliki satu layar digital pintar, namun upaya pengadaan akan terus dilakukan.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih kekurangan guru atau memiliki keterbatasan dalam penataran tenaga pengajar.
Dengan sistem ini, guru-guru terbaik dapat menyiarkan materi pelajaran dari studio terpusat ke seluruh penjuru negeri.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pemberantasan korupsi sebagai bagian integral dari pembangunan pendidikan.
Menurut dia, penghematan yang dihasilkan dari upaya pemberantasan korupsi akan dialokasikan sepenuhnya untuk investasi di sektor pendidikan, demi menjamin masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana