RADAR TULUNGAGUNG – Pasca bencana longsor yang menimpa SDN 2 Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung proses kegiatan belajar mengajar kini berangsur kembali berjalan normal.
Jika sebelumnya sebagian siswa harus belajar di mushala dan area parkir, kini mereka sudah menempati tenda darurat bantuan.
PLT Kepala SDN 2 Kradinan, Tina Susanti, menjelaskan bahwa tenda tersebut dipasang di halaman sekolah bagian timur dan difungsikan untuk siswa kelas 4.
Tenda tersebut diletakkan di halaman ruang kelas 5 dan 6. “Tendanya besar, model rumah, dengan kapasitas 19 anak. Cukup nyaman dan lebih layak dibanding sebelumnya saat masih menempati mushala dan parkiran,” ungkapnya ketika dikonfirmasi pada Jumat, (12/9/2025).
Sementara itu, untuk kondisi fisik sekolah, Wahyu menyebut pembersihan material longsor telah selesai dilakukan dua hari lalu dengan bantuan dari PJT Wonorejo.
Meski sempat ada runtuhan kecil akibat hujan, hal itu dipastikan tidak membahayakan aktivitas di sekitar sekolah.
“Sekarang lokasi sudah bersih, tinggal menunggu progres pembangunan lanjutan. Karena untuk pembangunan besar memang tidak bisa instan,” tambahnya.
Di sisi lain, fasilitas sanitasi (MCK) menjadi perhatian serius. Longsor sebelumnya menyebabkan MCK untuk kelas 1 sampai 4 tertimbun.
Untuk itu, pihak sekolah mendapat bantuan pembangunan MCK baru dari salah satu perusahaan swasta dari Kota Malang.
“Sudah tiga hari ini progres pembangunan MCK berjalan. Tadinya sempat direncanakan menggunakan kontainer, tetapi tidak memungkinkan. Akhirnya dibuat bangunan fisik baru di lahan sebelah barat kantor sekolah,” jelas Tina.
Dengan kondisi saat ini, proses belajar siswa SDN 2 Kradinan bisa tetap berlangsung. Pemerintah Desa Kradinan juga tetap menyiapkan ruang BUMDes sebagai alternatif ruang darurat apabila tenda tidak bisa difungsikan maksimal saat musim hujan.
“Kami berusaha agar anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman. Syukurlah banyak pihak yang peduli, baik pemerintah maupun swasta, ikut mendukung pemulihan sekolah ini,” pungkas Tina. ****
Editor : Dharaka R. Perdana