RADAR TULUNGAGUNG – Universitas Bhinneka PGRI (UBhi) Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan dasar.
Melalui tim pengabdian dosen, UBhi mendampingi guru anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) kelas III dan IV Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung dalam menguasai pemanfaatan bahan ajar online serta evaluasi pembelajaran berbasis gamifikasi.
Kegiatan yang berlangsung pada 2–3 September 2025 di Gedung Serba Guna Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung itu menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekolah dasar.
Ketua pelaksana, Dr Yepi Sedya Purwananti, M.Pd, menegaskan bahwa guru saat ini dituntut kreatif, menguasai teknologi, serta mampu mengintegrasikan inovasi dalam pembelajaran.
“Kami ingin membantu guru SD agar lebih kreatif memanfaatkan teknologi pembelajaran sehingga proses belajar lebih bermakna dan menyenangkan sesuai pendekatan deep learning,” jelasnya.
Tim pengabdian terdiri dari Dr Muhamad Abdul Roziq Asrori, M.Si; Rahmad Setyo Jadmiko, M.Pd; serta tiga mahasiswa UBhi Arimbi Wulan Safa, Dhani Nasrul Arifin, dan Hawa Canticka Putri Anshori.
Baca Juga: 7 Cara Efektif Orang tua di Tulungagung Menyiapkan Anak Menghadapi Hari Pertama Masuk Sekolah Dasar
Kehadiran mahasiswa ini sekaligus memberi pengalaman dalam berinteraksi dengan guru secara langsung dan memahami kebutuhan dunia pendidikan.
Kegiatan ini juga menghadirkan fasilitator deep learning Kabupaten Tulungagung, Harin Wahyuni, S.Pd. Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pengalaman yang mendorong berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif.
Selama dua hari, peserta dikenalkan berbagai platform digital serta aplikasi evaluasi berbasis permainan. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keseriusan mereka mencoba setiap aplikasi.
Ketua KKG Sumbergempol, Riski, mengapresiasi pendampingan ini. “Pelatihan ini sangat membantu, terutama saat kami merencanakan pembelajaran. Kehadiran tim UBhi membuat kami lebih percaya diri menggunakan teknologi,” ujarnya.
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisainteks.
Dukungan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi berperan strategis dalam pemberdayaan pendidikan.
Sebagai Empowering University, UBhi menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program serupa, tidak hanya menyasar guru, tetapi juga siswa, orang tua, dan komunitas pendidikan.
Dengan pemanfaatan bahan ajar online serta evaluasi berbasis gamifikasi, guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era digital. ****
Editor : Dharaka R. Perdana