Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung Dampingi Guru SD Kecamatan Sumbergempol Kuasai Bahan Ajar Online, Termasuk Model Gamifikasi

Armi Hardjo • Sabtu, 13 September 2025 | 03:40 WIB

Pemateri berfoto bersama peserta Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung dalam pelatihan di Kecamatan Sumbergempol.
Pemateri berfoto bersama peserta Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung dalam pelatihan di Kecamatan Sumbergempol.

RADAR TULUNGAGUNG – Universitas Bhinneka PGRI (UBhi) Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan dasar.

Melalui tim pengabdian dosen, UBhi mendampingi guru anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) kelas III dan IV Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung dalam menguasai pemanfaatan bahan ajar online serta evaluasi pembelajaran berbasis gamifikasi.

Baca Juga: Antisipasi Unjuk Rasa, Sekolah di Pusat Kota Tulungagung Terapkan Pembelajaran Daring Hingga 4 September

Kegiatan yang berlangsung pada 2–3 September 2025 di Gedung Serba Guna Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung itu menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekolah dasar.

Ketua pelaksana, Dr Yepi Sedya Purwananti, M.Pd, menegaskan bahwa guru saat ini dituntut kreatif, menguasai teknologi, serta mampu mengintegrasikan inovasi dalam pembelajaran.

Baca Juga: BUMDes Ngunut Jadi Destinasi Pembelajaran Lapangan Mahasiswa UIN Tulungagung, Eksplorasi Desa Wisata Industri

“Kami ingin membantu guru SD agar lebih kreatif memanfaatkan teknologi pembelajaran sehingga proses belajar lebih bermakna dan menyenangkan sesuai pendekatan deep learning,” jelasnya.

Tim pengabdian terdiri dari Dr Muhamad Abdul Roziq Asrori, M.Si; Rahmad Setyo Jadmiko, M.Pd; serta tiga mahasiswa UBhi Arimbi Wulan Safa, Dhani Nasrul Arifin, dan Hawa Canticka Putri Anshori.

Baca Juga: 7 Cara Efektif Orang tua di Tulungagung Menyiapkan Anak Menghadapi Hari Pertama Masuk Sekolah Dasar

Kehadiran mahasiswa ini sekaligus memberi pengalaman dalam berinteraksi dengan guru secara langsung dan memahami kebutuhan dunia pendidikan.

Kegiatan ini juga menghadirkan fasilitator deep learning Kabupaten Tulungagung, Harin Wahyuni, S.Pd. Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pengalaman yang mendorong berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif.

Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat untuk Angkat Pendidikan di Daerah Tertinggal, Progres Awal Menakjubkan!

Selama dua hari, peserta dikenalkan berbagai platform digital serta aplikasi evaluasi berbasis permainan. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keseriusan mereka mencoba setiap aplikasi.

Ketua KKG Sumbergempol, Riski, mengapresiasi pendampingan ini. “Pelatihan ini sangat membantu, terutama saat kami merencanakan pembelajaran. Kehadiran tim UBhi membuat kami lebih percaya diri menggunakan teknologi,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisainteks.

Dukungan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi berperan strategis dalam pemberdayaan pendidikan.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Ancang-ancang Garap Lahan Calon Sekolah Rakyat, Gelontorkan Rp600 Juta untuk Jembatan

Sebagai Empowering University, UBhi menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program serupa, tidak hanya menyasar guru, tetapi juga siswa, orang tua, dan komunitas pendidikan.

Dengan pemanfaatan bahan ajar online serta evaluasi berbasis gamifikasi, guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era digital. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pendidikan dasar #Bahan ajar online #tulungagung #Universitas Bhinneka PGRI