Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ramai Isu Pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah, Begini Klarifikasi Mengejutkan Wali Kota Arlan

Shofia Indana Zulfa • Jumat, 19 September 2025 | 01:00 WIB

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, memberikan klarifikasi melalui video di Instagram resmi terkait isu pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih yang viral. (screenshot @cak.arlan_official)
Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, memberikan klarifikasi melalui video di Instagram resmi terkait isu pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih yang viral. (screenshot @cak.arlan_official)

RADAR TULUNGAGUNG - Dunia pendidikan di Sumatera Selatan sempat dihebohkan dengan kabar viral mengenai pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah.

Isu yang beredar luas di media sosial ini menyebutkan bahwa pencopotan tersebut terjadi karena Roni menegur anak Wali Kota Prabumulih yang kedapatan membawa mobil ke sekolah.

Namun, Wali Kota Prabumulih, Arlan, telah angkat bicara dan menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks, sambil menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak terkait dan masyarakat.

Kabar ini sontak memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk pengacara kondang Hotman Paris dan ajudan Presiden Prabowo, Rizky Irmansyah.

Baca Juga: Anak Sekolah di Tulungagung Tak Bisa Lepas dari Incaran Penjual Mainan Saat Jam Istirahat, Ini Dia Jenisnya

Hotman Paris bahkan meminta Mendagri dan Gubernur untuk bertindak memulihkan jabatan kepala sekolah tersebut, menyoroti panasnya protes netizen di media sosial.

Menanggapi gelombang protes dan spekulasi, Walikota Prabumulih segera memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya, @cak.arlan_official, pada Selasa (16/9/2025) malam.

Dalam pernyataannya, Arlan membantah keras isu pencopotan Roni Ardiansyah. Ia menjelaskan bahwa dirinya belum memindahkan Roni dan tidak ada pencopotan, melainkan hanya sebuah teguran.

Arlan juga menepis klaim bahwa teguran tersebut berkaitan dengan anaknya yang membawa mobil ke sekolah, menegaskan bahwa anaknya selalu diantar dan tidak pernah membawa mobil sendiri.

"Itu berita hoaks, saya belum memindahkan, baru menegur Pak Roni karena di sekolahan itu ada masalah kasus yang membuat anak tidak betah di situ," kata Arlan.

Ia bahkan meminta maaf jika berita tentang anaknya tersebut menjadi suatu kesalahan.

Isu viral ini menyebutkan bahwa Roni Ardiansyah dicopot dari jabatannya setelah menegur anak Wali Kota yang memarkirkan mobil di lapangan sekolah, padahal lapangan tersebut akan digunakan untuk kegiatan latihan siswa.

Bahkan, satpam sekolah, Ageng Winoto, juga disebut-sebut ikut diberhentikan dalam isu yang beredar.

Panasnya isu ini membuat Hotman Paris meminta Mendagri dan Gubernur untuk bertindak dan memulihkan jabatan kepala sekolah.

Ajudan Presiden Prabowo, Rizky Irmansyah, juga ikut angkat bicara karena Wali Kota Prabumulih berasal dari Partai Gerindra, dan ia mengunggah di akun Instagram pribadinya bahwa kasus sudah selesai serta kepala sekolah dan satpam akan kembali bertugas.

Dalam video perpisahan Roni dengan para murid yang beredar, Roni terlihat dikerumuni banyak murid yang antre bersalaman dengannya, menciptakan suasana haru.

Roni menjelaskan bahwa momen itu terjadi secara spontan, bukan acara perpisahan khusus, melainkan perpisahan mendadak saat ia hendak memenuhi panggilan ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih.

Ia menduga murid-muridnya sudah mendengar isu bahwa ia dilepas dari jabatan kepala sekolah.

Meskipun isu viral berpusat pada teguran anak Wali Kota, Arlan menjelaskan bahwa pemanggilan Roni Ardiansyah sebenarnya dilakukan untuk memberikan teguran terkait kasus internal di SMPN 1 Prabumulih yang membuat sejumlah murid tidak betah.

Kasus tersebut adalah adanya salah satu guru yang terlibat dalam "chat mesum" dengan siswi, yang sudah mencuat di media massa.

Guru pelaku kasus tersebut bahkan sudah dipindahkan sekitar satu minggu sebelum klarifikasi ini.

Wali Kota menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat Prabumulih atas kegaduhan yang terjadi.

Baca Juga: Tukang Pentol Bertebaran di Tulungagung, Bernarkah Bisa Jadi Teman Setia Anak Sekolah?

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih, A. Darmadi, turut memberikan klarifikasi.

Ia menjelaskan bahwa Roni tidak dicopot karena menegur anak pejabat, melainkan menjalani mutasi yang merupakan hal biasa dalam organisasi untuk penyegaran.

Darmadi menambahkan bahwa Roni telah menjabat sebagai kepala sekolah di dua sekolah berbeda selama kurang lebih 10 tahun (SMPN 1 dan SMPN 7), sehingga mutasi ini adalah bentuk penyegaran sesuai arahan pimpinan untuk meningkatkan pelayanan di SMPN 1.

Roni Ardiansyah sendiri, ketika dihubungi media, tidak bersedia mengomentari isu pencopotannya terkait anak pejabat, hanya tertawa dan menyatakan, "Saya tidak berani membuat argumen. Nanti, saya yang salah lagi," katanya.

Meskipun demikian, ia membenarkan bahwa dirinya sudah melakukan serah terima jabatan dan ikhlas menerima keputusan.

Roni menduga dirinya dicopot karena "salah membuat kebijakan", meskipun ia tidak menjelaskan kebijakan apa yang dimaksud.

Roni Ardiansyah, yang dikenal sebagai pembawa acara kondang di Prabumulih dan berprestasi selama menjabat kepala sekolah, akan kembali menjadi guru biasa.

Ia akan ditempatkan sebagai guru di SMP Negeri 13 Prabumulih, sementara jabatan Kepala SMPN 1 akan digantikan oleh Kusno sebagai Pelaksana Tugas.

Petugas satpam SMPN 1, Ageng Winoto, juga hanya mendapatkan teguran dan akan tetap bekerja seperti biasa di SMPN 1.

Dengan klarifikasi dari berbagai pihak, khususnya Wali Kota Prabumulih, isu pencopotan kepala sekolah SMPN 1 karena teguran terhadap anak pejabat telah ditepis sebagai berita hoaks.

Meskipun Roni Ardiansyah memang tidak lagi menjabat kepala sekolah, alasan resminya lebih mengacu pada mutasi rutin untuk penyegaran organisasi dan penanganan kasus internal sekolah, bukan insiden yang melibatkan anak Wali Kota. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#walikota prabumulih #Isu Viral #prabumulih #pendidikan #kepala sekolah #hotman paris #Roni Ardiansyah #Mutasi Sekolah