RADAR TULUNGAGUNG - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ulhaq mengapresiasi upaya kementerian hingga sekolah yang turut serta menyosialisasikan tes kemampuan akademik (TKA).
"Justru TKA menjadi salah satu alat ukur dan cara pe-ngumpulan data kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. TKA ini ada di beberapa level. Mulai dari individu, sekolah, hingga kami di Kementerian."
Justru TKA menjadi salah satu alat ukur dan cara pengumpulan data kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia." ucapnya, Kamis (18/9/2025).
Siswa, kata Fajar, diharap kan bisa memanfaatkan dengan baik tahapan itu. Sebab, hasil TKA akan digunakan sebagai syarat masuk ke jalur prestasi kampus atau Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) di SNPMB 2026 mendatang.
Penggunaan TKA sebagai syarat masuk perguruan tinggi lewat jalur prestasi merupakan gagasan dari para rektor. Tujuannya selain kampus masih memperhatikan kualitas peserta didik.
Kampus menemukan mahasiswa yang memilih mundur karena tidak kuat dengan jurusan yang sudah dipilih.
"Ada yang mau masuk fakultas kedokteran, padahal di SMA mengambil kelas sosial. Nah, waktu kuliah tidak kuat meneruskan," terang Fajar.
Fajar juga mengunjungi SMA Muhammadiyah 2 dan SMK Farmasi Sekesal Surabaya.
Menurut dia, siswa dan guru sudah me-mahami dan siap meng-hadapi TKA. "Bahkan, mereka sudah menca-nangkan 100 persen ikut bagi kami bahwa ternyata TKA.
Ini hal yang menarik TKA direspons dengan baik oleh banyak pihak," pa-parnya.
Tingginya angka pendaftaran TKA dalam waktu 15 jam mencerminkan urgensi dan daya tarik tes tersebut di kalangan peserta.
Dukungan penuh dari guru dan kesiapan siswa di Surabaya menjadi cerminan pentingnya sinergi pendidikan dalam menghadapi tantangan akademik nasional. ****
Editor : Dharaka R. Perdana