RADAR TULUNGAGUNG – Universitas Bhinneka PGRI (UBhi) Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan dasar.
Melalui program pengabdian masyarakat, tim dosen UBhi hadir di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung untuk mendampingi guru sekolah dasar dalam penyusunan modul ajar serta pengembangan bank soal berbasis gamifikasi.
Kegiatan yang berlangsung 18–19 September 2025 di Gedung Pusat Kegiatan Guru Kecamatan Kalidawir ini diikuti puluhan guru SD di wilayah Tulungagung selatan itu.
Suasana antusias terlihat sejak pembukaan Koordinator UPASP Kecamatan Kalidawir, Selan, bersama Ketua K3S Kalidawir, Agus Santoso.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr Muhamad Abdul Roziq Asrori, menjelaskan bahwa pelatihan ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan nyata guru di lapangan.
Bahkan guru perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola pikir baru. Modul ajar dan bank soal gamifikasi akan membuat siswa belajar lebih interaktif dan bermakna.
"Tujuan kami membantu guru agar lebih percaya diri menghadapi tantangan kelas di era digital,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, UBhi menurunkan tim dosen lintas bidang yakni Dr Yepi Sedya Purwananti, MPd dan Rahmad Setyo Jadmiko, MPd.
Serta mahasiswa juga ikut berpartisipasi yaitu Amalia Septiana Putri, Mochamad Kirom, dan Rista Nur Aulia.
Selain itu, hadir pula fasilitator eksternal Andi Setiawan yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis deep learning untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa.
Respons positif datang dari peserta. Novie Bataini, perwakilan Komunitas Guru Penggerak Kalidawir, menilai pendampingan UBhi sangat membantu.
Mengingat banyak guru masih ragu dalam menyusun modul maupun mengembangkan bank soal digital.
"Dengan adanya pendampingan, kami jadi lebih siap, sementara siswa nantinya akan lebih termotivasi dengan soal yang dikemas dalam bentuk permainan,” tuturnya.
Selama dua hari, guru-guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung. Mereka dilatih membuat modul ajar tematik, mengenal aplikasi digital, hingga mencoba merancang soal gamifikasi.
UBhi memastikan ada pendampingan lanjutan ke sekolah agar keterampilan benar-benar diterapkan di ruang kelas.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisainteks.
Baca Juga: Pendatar TKA Tembus 437.864 dalam 15 jam, Siswa dan Guru di Surabaya Siap 100 Persen
Sebagai kampus dengan visi Empowering University, UBhi berkomitmen konsisten mendukung inovasi pendidikan.
“Kami percaya, perubahan besar berawal dari kelas. Jika guru siap berinovasi, maka kualitas pendidikan dasar akan ikut terangkat,” tegas Dr Roziq.
Ke depan, UBhi berencana memperluas jangkauan program serupa ke kecamatan lain di Tulungagung dan sekitarnya.
Kegiatan di Kalidawir menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas guru dalam mendorong mutu pendidikan di era digital. ****
Editor : Dharaka R. Perdana