TULUNGAGUNG – Suasana Aula SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, tampak berbeda pada Selasa (7/10) pagi.
Ratusan siswa duduk dengan antusias mengikuti program Guru Tamu yang kali ini menghadirkan Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Radar Tulungagung dan Polres Tulungagung yang bertujuan memberikan edukasi hukum bagi kalangan pelajar.
Dalam penyampaiannya, Kapolres menekankan pentingnya memahami hukum dan bertanggung jawab terhadap perilaku, baik di dunia nyata maupun dunia digital.
Ia menyebutkan bahwa kasus kenakalan remaja di Tulungagung masih cukup tinggi, mulai dari perkelahian antar pelajar hingga kekerasan seksual, yang sebagian besar terjadi karena kurangnya pemahaman tentang batasan moral dan hukum.
“Edukasi dan sosialisasi seperti ini merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran hukum sejak dini. Anak-anak harus tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sehingga mereka bisa melindungi diri sendiri sekaligus menjadi contoh positif bagi teman-temannya,” ujar AKBP Taat di hadapan para siswa.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa tampak berani bertanya dan berbagi pengalaman terkait pergaulan, penggunaan media sosial, serta cara menghindari pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
Kapolres pun menjawab satu per satu dengan gaya komunikatif dan bahasa yang mudah dipahami.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif siswa, peserta yang paling berani dan inspiratif saat sesi tanya jawab mendapatkan doorprize menarik dari Polres Tulungagung dan Radar Tulungagung.
Momen ini menambah semangat peserta lain untuk lebih berani bertanya dan berdiskusi.
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Boyolangu, Syaiful Huda, mengapresiasi kehadiran Kapolres dan tim Radar Tulungagung.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat relevan dengan tantangan generasi muda masa kini, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi dan perubahan perilaku sosial di era digital.
“Kami berharap anak-anak bisa menjadi generasi yang mengetahui hukum, menghargai aturan, dan menjaga karakter baik. Inilah bagian dari proses membentuk siswa yang berakhlak, disiplin, dan menjadi kebanggaan orang tua maupun sekolah,” tuturnya.
Program Guru Tamu ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara aparat penegak hukum, media, dan lembaga pendidikan dalam membangun kesadaran sosial serta tanggung jawab moral di kalangan pelajar.
Kegiatan ini juga mendukung upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai BEKTI (Berbudi, Kompeten, Tangguh, dan Inovatif) yang menjadi semboyan SMKN 3 Boyolangu.
Antusiasme siswa terlihat hingga akhir acara. Banyak yang mengaku termotivasi untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan menggunakan media sosial secara bijak.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan para pelajar SMKN 3 Boyolangu tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai generasi muda yang sadar hukum, beretika, dan berjiwa Indonesia. (meg)
Editor : Vidya Sajar Fitri