Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bahasa Inggris Bakal Jadi Mapel Wajib di Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Berlaku Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Savina Ayu Wardani • Senin, 13 Oktober 2025 | 18:20 WIB

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menelurkan kebijakan baru.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menelurkan kebijakan baru.

RADAR TULUNGAGUNG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menelurkan kebijakan baru. Mulaitahunajaran 2027/2028, Bahasa Inggris akan dijadikan mata pelajaran (mapel) wajib di sekolah.

Kebijakan ini memang mendesak dilakukan. Sebab, kemampuan Bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan EF English Proficiency Index (EPI).

Survei ini dilakukan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris orang dewasa di negara dan wilayah yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu.

Baca Juga: Minat Pendidikan Vokasi Kemenperin Masih Tinggi, Banyak Pabrikan Siap Serap Mayoritas Lulusan

Pada 2024, peringkat 1 diraih oleh Belanda dengan skor rata-rata 636. Sedang kan Indonesia menempati posisi 80 dari 116 negara dan provinsi, dengan skor EF.EPI 468. Angka ini masuk golongan rendah. Dengan skor tersebut, Indonesia berada di posisi 12 dari 23 negara di Asia.

Jika dibedah lebih jauh, Surabaya menempati posisi pertama di Indonesia dalam skor EF EPI 2024, dengan nilai 539. Disusul Jakarta 523, Bandung 523 dan Malang 511.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan, penetapan Bahasa Inggris menjadi mapel wajib mulai tahun ajaran 2027/2028 ini merupakan implementasi nyata dari Peta Jalan Pendidikan Nasional yang menekankan kemahiran berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris.

Penetapan ini juga berlandaskan pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025.

Baca Juga: Pemdes Karangtalun Bakal Menggenjot Kualitas Perangkat Desa dengan Pendidikan yang Memadai

"Bahasa Inggris adalah instrumen kunci dalam mengembangkan profil lulusan yang produktif dan kompetitif secara global," ujarnya dalam sambutannya pada Konferensi Internasional TEFLIN (Teaching English as a Foreign Language) ke-71 di Universitas Brawijaya, Malang, 8-10 Oktober 2025.

Lebih lanjut, dia memaparkan arah kebijakan pembelajaran Bahasa Inggris dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional 2025-2045 ini. Menurutnya, pembelajaran Bahasa Inggris bertumpu pada tiga pilar transformasi.

Yakni, pemerataan akses kualitas layanan pendidikan, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta transformasi pembelajaran menuju pendidikan mendalam (deep learning) dengan berorientasi pada masa depan, produktif, dan kompetitif.

Mu'ti juga menegaskan pentingnya teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Di mana, teknologi Al ini dapat sangat membantu warga satuan pendidikan untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris. "Meskipun teknologi sangat membantu, namun ia tidak dapat menggantikan peran guru," katanya.

Baca Juga: Pendidikan di Tulungagung Bisa Menjadi Pilar Kemajuan Daerah, Ini Alasan dan Tantangan yang Bakal Dihadapi

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, dalam pembelajaran medalam (deep learning), terdapat mata pelajaran opsional yang dapat dipilih siswa. Ada koding dan kecerdasan buatan yang dapat dipilih.

Menurut dia, dua mata pelajaran opsional ini dapat diintegrasikan juga dengan pembelajaran bahasa Inggris. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#mapel wajib #pendidikan #bahasa inggris