RADAR TULUNGAGUNG - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) sukses menggelar acara "Festival Kelima Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Langkah Ceria Anak Indonesia" pada 25 September 2025, yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan, termasuk anak, guru, hingga mahasiswa.
Acara yang digelar oleh HMD Prodi PAUD dan didukung oleh organisasi departemen ini bertujuan untuk memperkenalkan Prodi PAUD kepada khalayak umum dan memperkuat fondasi karakter anak bangsa.
Festival yang diselenggarakan dua tahunan ini menampilkan beragam perlombaan, diawali dengan lomba mewarnai dan fashion show untuk anak-anak.
Baca Juga: 14 Ribu Desa Se-Indonesia Belum Punya PAUD, Akankah Program Wajib Belajar 13 Tahun Berjalan Mulus?
Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba poster yang diikuti oleh pelajar SMA dan mahasiswa, serta ditutup dengan lomba menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE) khusus untuk peserta dari kalangan guru. Seluruh peserta merupakan peserta umum, termasuk mahasiswa luar.
Marta Daniela Eka Santosa, mahasiswi Prodi PAUD Angkatan 2024 yang bertugas sebagai Sie Acara dan Penanggung Jawab MC, menjelaskan bahwa Departemen PAUD memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan potensi anak sebagai penerus bangsa.
"Hal ini melalui pendekatan menyeluruh, termasuk kognitif, sosial, emosional, dan fisik," jelasnya.
Acara ini juga menjadi panggung pemilihan Duta Prodi Pendidikan Anak Usia Dini FIP yang diadakan setiap tahun.
Baca Juga: KB/PAUD dan SDI Babussalam Durenan Lahirkan Generasi Berakhlakul Karimah
Antusiasme penonton dan peserta tercermin dari respons yang baik terhadap promosi acara melalui media sosial.
Seorang penonton dari Prodi PAUD bernama Naila mengungkapkan alasannya menonton karena penasaran dengan rangkaian acara yang diselenggarakan dua tahun sekali, terlebih karena acara dibuka secara gratis untuk umum.
"Acaranya sangat seru dan juga para pesertanya sangat menampilkan karya yang bagus dan menarik," katanya.
Naila menambahkan, momen paling berkesan adalah ketika melihat banyak peserta dari semua kalangan berlomba dan bersaing merebut juara, di mana kemenangan mereka disambut bangga oleh keluarga.
Meskipun persiapan acara sudah dilakukan secara matang, panitia diakui sempat mengalami kendala internal terkait kurangnya komunikasi antar anggota.
Namun, secara keseluruhan, "Festival Kelima PAUD" berhasil menjadi wadah yang efektif untuk mengembangkan kreativitas anak dan guru, sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan usia dini dalam pembentukan karakter bangsa.
"Kehadiran Bapak Rektor, Bapak Dekan, dan dosen-dosen fakultas menunjukkan dukungan institusi yang kuat terhadap inisiatif ini," tambahnya.
Festival ini didukung oleh berbagai pihak sponsor seperti Minyak Telon Talita, Sari Roti, Ayam Nelongso, Durian Fantacy, Hotway’s, dan Soraya, dengan juri yang berasal dari fakultas, prodi, dan pihak luar kampus.
Panitia berharap acara ini ke depannya dapat lebih meriah, diminati lebih banyak khalayak umum, dan persiapannya lebih matang. Naila, selaku penonton, juga berharap acara ini dapat "lebih berkesan lagi dari tahun dan semoga panitia lebih mempersiapkan acaranya lebih meriah lagi". ****
(Altasya Iwanda Kairala)
Editor : Dharaka R. Perdana