RADAR TULUNGAGUNG - Bahasa Mandarin kini menjadi salah satu keterampilan yang paling dicari di dunia kerja internasional.
Dengan semakin besarnya pengaruh ekonomi Tiongkok, kemampuan berbahasa Mandarin tak lagi dianggap sekadar nilai tambah, melainkan sebagai aset penting bagi karier profesional masa depan.
Baca Juga: Siap Bersaing Global: 6 Bahasa Asing Bakal Diajarkan di Sekolah Rakyat
Permintaan Tenaga Kerja dengan Kemampuan Mandarin Meningkat
Data dari World Economic Forum menunjukkan Bahasa Mandarin masuk dalam tiga besar bahasa paling berpengaruh dalam dunia bisnis global, setelah Bahasa Inggris dan Spanyol.
Lebih dari 1,1 miliar orang di dunia menggunakan Bahasa Mandarin sebagai bahasa utama.
Perusahaan-perusahaan asal Tiongkok seperti Huawei, Alibaba, BYD, dan ByteDance (TikTok) terus memperluas bisnisnya di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Hal ini mendorong meningkatnya permintaan tenaga kerja yang dapat berkomunikasi dengan mitra bisnis dari Tiongkok.
Tak Hanya untuk Bisnis, Tapi Juga Diplomasi dan Pari wisata
Selain sektor teknologi dan perdagangan, keahlian berbahasa Mandarin juga dibutuhkan di bidang pariwisata, pendidikan, diplomasi, dan keuangan internasional.
Banyak perusahaan kini memberikan insentif atau peluang promosi lebih cepat bagi karyawan yang fasih berbahasa Mandarin.
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), jumlah sekolah yang menawarkan pelajaran Bahasa Mandarin di Indonesia meningkat 35 persen dalam lima tahun terakhir.
Belajar Mandarin Jadi Investasi Karier
Platform kursus online seperti Cakap, LingoAce, dan Du Chinese juga melaporkan peningkatan peserta hingga dua kali lipat sejak 2022.
Tren ini menunjukkan minat generasi muda terhadap bahasa internasional kian tinggi, terutama yang berkaitan langsung dengan peluang karier. ****
Editor : Dharaka R. Perdana