Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Pendidikan Vokasi Jadi Kunci Utama Pengentasan Kemiskinan Nasional

Iqbal Pangestu • Sabtu, 8 November 2025 | 02:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto membahas strategi pengentasan kemiskinan dengan fokus pada sektor pendidikan vokasi.
Presiden Prabowo Subianto membahas strategi pengentasan kemiskinan dengan fokus pada sektor pendidikan vokasi.

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penguatan pendidikan vokasi demi mengatasi kemiskinan.

Instruksi terkait pendidikan vokasi ini juga mencakup pembangunan sekolah terintegrasi di seluruh Indonesia.

Arahan ini disampaikan kepada Menko PMK Pratikno dan Menko PM Muhaimin Iskandar.

Baca Juga: Dampak KJP 2025 terhadap Pendidikan di Jakarta: Bagaimana Bantuan Ini Meningkatkan Akses dan Kualitas Belajar Siswa?

Rapat terbatas (Ratas) ini berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (5/11/2025).

Sektor pendidikan vokasi dinilai sebagai kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Penguatan ini menjadi prioritas utama pemerintah di sektor pendidikan.

Pratikno mengungkapkan bahwa penguatan vokasi diperlukan untuk memastikan kompetensi lulusan.

Kompetensi ini harus sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Ignasius Jonan Tegaskan Tak Bahas Whoosh Saat Bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara

Tujuannya adalah mencocokkan antara sisi suplai di pendidikan dengan sisi permintaan di sektor tenaga kerja.

Hal ini penting bagi tenaga kerja domestik dan juga pekerja migran.

Presiden Prabowo meminta dunia pendidikan tidak hanya menyiapkan kemampuan teknis.

Siswa juga harus dibekali kemampuan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya.

Pembekalan ini sangat penting untuk mendukung daya saing tenaga kerja Indonesia.

Tenaga kerja dipersiapkan untuk level bawah hingga teknologi tinggi.

Selain vokasi, Prabowo memerintahkan untuk mulai memikirkan konsep sekolah terintegrasi.

Model ini diharapkan menjadi pusat pendidikan holistik di tiap kecamatan.

Baca Juga: Gunakan Dana KJP 2025 dengan Bijak! Ini Daftar Kebutuhan Sekolah yang Boleh Dibeli

Sekolah terintegrasi akan memadukan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dalam satu kawasan.

Fasilitas yang disediakan akan lengkap, mencakup laboratorium sains hingga sarana seni dan olahraga.

Sekolah ini diproyeksikan menampung anak-anak dari keluarga desil 3, 4, 5, dan 6.

Ini berbeda dengan Sekolah Rakyat yang dikawal Menteri Sosial dan Menko PM untuk desil 1 dan 2.

Baca Juga: Ignasius Jonan ke Istana, Tegaskan Tak Bahas Jabatan dan Nilai Proyek Kereta Cepat Whoosh sebagai Terobosan Bagus

Prabowo juga memperluas orientasi pendidikan agar mencakup seni dan olahraga.

Sebelumnya fokus hanya pada sains, teknologi, engineering, dan matematika.

Pratikno menambahkan bahwa sebagian besar sekolah terintegrasi tidak akan dibangun dari nol.

Model ini akan mengkonversi dari sekolah-sekolah yang sudah ada, seperti skema Sekolah Unggul Garuda.

Sekolah Unggul Garuda juga sebagiannya merupakan transformasi dari sekolah existing.

Pola ini menunjukkan efisiensi dalam pelaksanaan program pendidikan yang ada.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pendidikan vokasi #tenaga kerja #Prabowo Subianto #mengentaskan kemiskinan