Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pendidikan Vokasi Jadi Fokus Prabowo Subianto untuk Mencetak Super Worker Nasional dan Migran Berkualitas Global

Iqbal Pangestu • Sabtu, 8 November 2025 | 02:45 WIB

Pemerintah memiliki komitmen dalam memperkuat pendidikan vokasi di semua level industri.
Pemerintah memiliki komitmen dalam memperkuat pendidikan vokasi di semua level industri.

RADAR TULUNGAGUNG - Presiden RI Prabowo Subianto kini sedang meracik resep mujarab untuk memangkas angka kemiskinan di Indonesia.

Strategi kuncinya adalah pendidikan vokasi akan digembleng habis-habisan untuk mencetak SDM unggulan.

Pemerintah ingin menciptakan SDM yang tak hanya siap kerja di dalam negeri, tetapi juga ready bersaing di kancah global.

Penekanan ini menjadikan pendidikan vokasi sebagai salah satu strategi utama pemerintah.

Baca Juga: Minat Pendidikan Vokasi Kemenperin Masih Tinggi, Banyak Pabrikan Siap Serap Mayoritas Lulusan

Instruksi tegas Presiden Prabowo ini disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta.

Rapat penting ini digelar pada hari Rabu, 5 November 2025.

Pemerintahan ingin menciptakan strategi "matching" yang presisi.

Strategi ini menjodohkan apa yang diajarkan sekolah dengan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri (DUDI).

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Pendidikan Vokasi Jadi Kunci Utama Pengentasan Kemiskinan Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menegaskan hal ini.

Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Pendidikan Vokasional.

Sektor pendidikan vokasi akan menjadi prioritas utama pemerintah.

Prioritas ini dicanangkan untuk memastikan supply side sektor pendidikan sesuai dengan demand side tenaga kerja.

Tenaga kerja yang dimaksud meliputi pekerja di dalam negeri maupun tenaga kerja di luar negeri.

Upaya matching ini sangat penting untuk mengatasi pengangguran.

Sasarannya jelas, yaitu mempersiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan industri.

Cakupannya dari level teknologi tinggi hingga level dasar.

Baca Juga: Dampak KJP 2025 terhadap Pendidikan di Jakarta: Bagaimana Bantuan Ini Meningkatkan Akses dan Kualitas Belajar Siswa?

Program ini juga fokus mempersiapkan calon pekerja migran yang kompeten.

Kebutuhan sektor tenaga kerja ini harus dicocokkan dengan pendidikan.

Pratikno menambahkan, pencocokan ini tak hanya soal skill teknis semata.

Siswa juga akan dibekali kemampuan berbahasa asing dan mengenal budaya kerja asing.

Baca Juga: Gunakan Dana KJP 2025 dengan Bijak! Ini Daftar Kebutuhan Sekolah yang Boleh Dibeli

Pembekalan ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing global.

Kemampuan ini merupakan bagian dari penyiapan kemampuan teknis dan non-teknis.

Program sinergis ini melibatkan banyak kementerian terkait.

Ini menunjukkan keseriusan pemerintah menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai tujuan akhir.

Dukungan serupa datang dari Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan.

Cak Imin menjelaskan pemerintah akan memperbanyak pelatihan dan pendidikan vokasi.

Pelatihan ini akan melibatkan berbagai pihak terkait.

Pihak yang dilibatkan termasuk balai-balai pelatihan kerja (BLK) milik pemerintah.

Baca Juga: Cara Ambil Dana KJP Plus Tahap II 2025 Lewat Bank dan ATM, Simak Langkah-Langkah Resminya!

BLK swasta juga akan dilibatkan untuk membantu penyerapan tenaga kerja.

Tujuannya agar lulusan SMA/SMK bisa lebih cepat terserap pasar kerja.

BLK negeri dan swasta akan membantu memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Strategi ini bertujuan untuk mempersiapkan SDM siap kerja. SDM tersebut dipersiapkan untuk domestik maupun migran.

Baca Juga: Cair Mulai 5 November 2025! Ini Jadwal dan Besaran Dana KJP Plus Tahap II untuk 700 Ribu Siswa Jakarta

Pendidikan vokasional menjadi prioritas utama di sektor ini.

Ini adalah penugasan utama sebagai bagian dari pengentasan kemiskinan.

Prabowo menekankan untuk memperkuat pendidikan vokasi dalam menciptakan SDM siap kerja.

Penekanan ini mencakup di dalam maupun luar negeri.

Fokus ini dilakukan karena pendidikan vokasi adalah strategi utama pemerintah.

Tujuannya untuk mengentaskan tingkat kemiskinan dan mengatasi tingkat pengangguran.

Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan super worker Indonesia.

Lulusan yang dicetak harus kompeten dan berdaya saing global.

Editor : Vidya Sajar Fitri
#cak imin #pratikno #siap kerja #pendidikan vokasi #Prabowo Subianto