Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tak Main-Main, Pemerintah Targetkan Lulusan SMK Tembus Pasar Kerja Global Lewat Beasiswa Vokasi

Iqbal Pangestu • Sabtu, 8 November 2025 | 03:35 WIB

Cak Imin dorong percepatan beasiswa vokasi nasional, membekali generasi muda Indonesia menghadapi tantangan industri global.
Cak Imin dorong percepatan beasiswa vokasi nasional, membekali generasi muda Indonesia menghadapi tantangan industri global.

RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah menunjukkan komitmen serius untuk memperluas pemberian beasiswa bagi masyarakat Indonesia.

Program yang difokuskan adalah beasiswa vokasi yang menjanjikan peluang kerja langsung.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan rencana perluasan ini.

Ini adalah tindak lanjut dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai beasiswa vokasi.

Baca Juga: Mengupas Tuntas Definisi dan Keunggulan Pendidikan Vokasi, Jalur Cerdas Menuju Karir Hebat

Perluasan beasiswa vokasi ini ditujukan khusus bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Target utamanya adalah lulusan SMK yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri.

Menko Muhaimin menjelaskan beasiswa ini dibuka jika pasarnya jelas atau sudah pasti ada.

Pemerintah tidak akan segan mencari beasiswa untuk pasar kerja yang terjamin.

Baca Juga: Pendidikan Vokasi Jadi Fokus Prabowo Subianto untuk Mencetak Super Worker Nasional dan Migran Berkualitas Global

Skema serupa untuk beasiswa juga akan memanfaatkan program dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

LPDP akan didorong untuk menambahkan beasiswa khusus vokasi, baik di luar maupun dalam negeri.

Pengembangan ini bertujuan untuk mendorong dimensi pemberdayaan di setiap program pemerintah.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lulusan SMK di pasar kerja global.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin turut mempercepat pelaksanaan program quick win.

Program ini merupakan solusi cepat bagi tantangan penempatan lulusan vokasi dan SMK lainnya.

P2MI sudah berkoordinasi dengan beberapa lembaga vokasi, baik milik pemerintah maupun swasta.

Koordinasi ini dilakukan di tingkat pusat dan daerah untuk menjalankan program yang terintegrasi.

Baca Juga: 9.636 Lembaga Pendidikan Islam di Lingkup Kemenag Bersiap Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2025, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Pihaknya akan menerima data lengkap terkait negara-negara yang siap membuka kesempatan kerja.

Data ini untuk tenaga terampil Indonesia yang berasal dari lulusan vokasi.

Program akan difokuskan pada sektor yang memiliki kebutuhan tinggi dan masa pelatihan relatif singkat.

Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo untuk hasil yang cepat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Pendidikan Vokasi Jadi Kunci Utama Pengentasan Kemiskinan Nasional

Sektor weather dan hospitality menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden.

Program pelatihannya tidak memerlukan waktu lama sehingga hasilnya cepat terasa pada tahun 2025.

Pemerintah juga membahas program SMK Go Global dalam rapat antara Menko PM dan P2MI.

Program ini akan membuka peluang para lulusan SMK untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan 500.000 lulusan SMK siap bekerja di luar negeri.

Target besar ini akan dicapai melalui pelaksanaan program SMK Go Global.

Langkah perluasan beasiswa ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menyiapkan SDM berkualitas.

Kebijakan ini adalah upaya strategis untuk mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kompetensi kerja.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Beasisiswa #cak imin #pendidikan vokasi #lpdp