RADAR TULUNGAGUNG - Pahlawan tak selalu harus mengangkat senjata. Ada yang berjuang dengan ilmu dan dedikasi tanpa pamrih, seperti sosok di balik buku Iqro yang akrab dengan anak-anak Indonesia.
Dialah KH. As’ad Humam, ulama asal Yogyakarta yang menciptakan metode belajar Al-Qur’an yang mudah, praktis, dan efisien.
Pada awal 1980-an, As’ad Humam menyadari banyak anak di Indonesia kesulitan belajar membaca Al-Qur’an karena metode tradisional yang terlalu lambat.
Dari kegelisahan itu, ia menyusun enam jilid buku Iqro yang kini menjadi standar nasional di hampir seluruh TPA dan madrasah.
Metode “belajar langsung membaca tanpa mengeja” yang ia perkenalkan menjadi terobosan besar di dunia pendidikan Islam.
Berkat Iqro, jutaan anak di pelosok Indonesia mampu mengenal huruf hijaiyah dengan cepat.
Namun, tak banyak yang tahu wajah di balik sampul Iqro—foto pria sederhana memakai kopiah hitam.
Sosok itu bukan tokoh asing, melainkan KH As’ad Humam sendiri. Ia tak pernah mencari popularitas; hanya ingin ilmunya bermanfaat bagi umat.
Karya ini bukan sekadar buku, melainkan bentuk perjuangan mencerdaskan bangsa lewat jalan iman.
Di Hari Pahlawan ini, pantas rasanya kita mengenang KH. As’ad Humam sebagai salah satu pahlawan tanpa tanda jasa, yang berjihad bukan di medan perang, melainkan di medan ilmu. ****
Editor : Dharaka R. Perdana