Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menkeu Purbaya Mendadak Jadi Guru SMA, Ungkap Alasan Ajak Siswa Belajar APBN Biar Tak Asal Protes

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Selasa, 11 November 2025 | 23:50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berbagi ilmu soal APBN kepada siswa SMA. Ia ingin anak muda lebih paham bagaimana uang negara dikelola untuk pembangunan. (Pinterest)
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berbagi ilmu soal APBN kepada siswa SMA. Ia ingin anak muda lebih paham bagaimana uang negara dikelola untuk pembangunan. (Pinterest)

RADAR TULUNGAGUNG – Suasana ruang kelas SMA mendadak heboh saat Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa tiba-tiba hadir dan berdiri di depan papan tulis.

Namun kali ini, bukan untuk memberikan pidato kebijakan fiskal atau penjelasan ekonomi makro. Melainkan, ia benar-benar menjadi guru dadakan.

Menkeu Purbaya mengajar langsung para siswa tentang APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Langkah tak biasa ini sontak menarik perhatian. Di tengah jadwalnya yang padat, Purbaya menyempatkan diri turun langsung ke sekolah.

Tujuannya sederhana, tapi sarat makna  mengajak generasi muda memahami peran APBN dan pentingnya pengelolaan keuangan negara.

 “Saya mengajar tentang APBN ke murid-murid SMA supaya mereka ngerti betul apa peran pemerintah di ekonomi dan enggak asal protes aja,” ujar Purbaya.

Menurutnya, banyak anak muda yang aktif menyuarakan pendapat di media sosial, tetapi belum memahami bagaimana mekanisme keuangan negara bekerja.

Ia ingin membuka wawasan bahwa setiap kebijakan fiskal yang dibuat pemerintah punya dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Ajak Siswa Pahami Fungsi APBN

Purbaya menegaskan, APBN bukan sekadar angka-angka, tapi cerminan prioritas pembangunan nasional.

Ia menjelaskan bahwa pos belanja pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial, bersumber dari APBN.

Karena itu, memahami APBN berarti memahami bagaimana negara mengelola uang rakyat.

“Dengan tahu APBN, anak-anak bisa melihat bahwa semua kebijakan itu ada alasannya. Jangan asal menilai atau protes tanpa tahu dasar keputusannya,” tuturnya.

Penjelasan itu disampaikan dengan gaya santai dan interaktif. Purbaya beberapa kali melempar pertanyaan kepada para siswa.

Suasana kelas pun menjadi hidup. Para pelajar antusias menjawab dan tak ragu melontarkan pertanyaan balik kepada sang Menkeu.

“Diskusinya menarik sekali. Murid-muridnya amat kreatif dan inovatif. Mereka tidak diam saja, tapi aktif berpendapat. Ini pertanda bahwa generasi muda kita punya potensi luar biasa,” kata Purbaya dengan bangga.

Guru Dadakan yang Bikin Kelas Hidup

Kehadiran Menkeu membuat suasana sekolah terasa berbeda. Para siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran yang jarang terjadi itu.

Tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut lewat ponsel mereka.

Sesi belajar itu ditutup dengan foto bersama. Purbaya yang sempat bercanda soal “takut dilapor ke intelijen kalau ngomong bebas”, tampak ramah dan akrab dengan para siswa.

Ia juga menyampaikan pesan penting agar anak muda tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memahami realitas ekonomi nasional.

“Pendidikan ekonomi di sekolah itu penting. Tapi kalau tidak dihubungkan dengan konteks APBN dan kebijakan publik, anak-anak akan kesulitan memahami realita,” ujarnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Menkeu Purbaya berharap, pengalaman belajar bersama pejabat negara seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa.

Ia ingin agar anak-anak muda lebih kritis, namun tetap objektif dalam menilai kebijakan pemerintah.

“Kalau tahu bagaimana APBN bekerja, kita akan lebih paham kenapa pemerintah mengambil keputusan tertentu. Dengan begitu, kritik yang disampaikan bisa lebih konstruktif,” jelasnya.

Purbaya juga mengapresiasi sistem moving class yang diterapkan di sekolah tersebut.

Ia menilai sistem itu bisa melatih siswa untuk lebih adaptif dan mandiri, sama seperti dunia kerja yang menuntut fleksibilitas tinggi.

“Anak-anak sekarang sudah pakai sistem moving class. Ini bagus sekali, karena membiasakan mereka menghadapi perubahan. Dunia ekonomi juga dinamis, jadi penting untuk terus belajar dan beradaptasi,” ungkapnya.

Kunjungan Purbaya ke sekolah ini ditutup dengan serangkaian foto bersama para guru, siswa, dan relawan. Meski singkat, kehadiran sang Menkeu meninggalkan kesan mendalam.

APBN dan Harapan untuk Masa Depan

Melalui kegiatan tersebut, Purbaya berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami bahwa APBN bukan hanya urusan pemerintah semata, tapi milik bersama.

Ia mengajak semua pihak, terutama pelajar, untuk ikut mengawasi dan memahami arah kebijakan fiskal negara.

“Kalau generasi muda sudah melek APBN, maka masa depan ekonomi kita akan jauh lebih baik. Karena mereka akan tumbuh sebagai warga negara yang kritis, tapi juga solutif,” pungkasnya.

Kelas pun berakhir dengan tepuk tangan meriah. Para siswa tampak enggan berpisah dengan guru tamu mereka yang tak biasa itu.

Momen Menkeu mengajar di SMA ini menjadi bukti bahwa edukasi tentang keuangan negara bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan inspiratif.

Editor : Anggi Septian A.P.
#apbn #ekonomi indonesia #Menkeu Purbaya #siswa sma #Edukasi Fiskal