RADAR TULUNGAGUNG - Kementerian Transmigrasi akan meluncurkan program Beasiswa Patriot pada 5 Januari 2026 mendatang.
Program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang akan ditempatkan di kawasan transmigrasi inovatif di seluruh Indonesia.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, Beasiswa Patriot menggandeng tujuh perguruan tinggi nasional.
Selain itu, ada beberapa kampus internasional seperti Technical University of Munich di Jerman dan Stanford University di Amerika Serikat.
Baca Juga: Tak Main-Main, Pemerintah Targetkan Lulusan SMK Tembus Pasar Kerja Global Lewat Beasiswa Vokasi
"Pada 5 Januari nanti saya buka. Nanti ada kelas reguler dan kelas khusus. Peserta kelas khusus juga akan mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad)," ujar Iftitah.
Beasiswa Patriot memberi kan kesempatan bagi peserta berprestasi untuk melanjutkan studi hingga jenjang doktoral di universitas ternama dunia seperti MIT, Harvard, Oxford, dan Cambridge.
"Kalau terus unggul, kita proyeksikan dapat beasiswa S3 ke MIT, Stanford, Harvard, Oxford, atau Cambridge. Ini akan menjadi SDM unggul Indonesia," imbuhnya.
Mahasiswa penerima beasiswa akan menempuh matrikulasi selama satu bulan di kampus utama, kemudian 18 bulan pendidikan lapangan di kawasan transmigrasi, serta 6 bulan hingga 1 tahun pengabdian masyarakat.
Selain pendidikan akademik, peserta juga akan mendapat pembinaan karakter melalui tiga pamong, yakni pembina ilmu, keterampilan, dan sikap.
Pembinaan sikap dilakukan bekerja sama dengan TNI untuk membentuk karakter tangguh dan berjiwa patriot.
"Pamong knowledge dan skill berasal dari kampus, sedangkan attitude dibimbing oleh TNI. Jadi nanti peserta punya kakak asuh dari tentara untuk membentuk karakter," ujar Iftitah.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan kawasan transmigrasi berbasis inovasi dan kemandirian masyarakat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana