RADAR TULUNGAGUNG - Pembelajaran sains di sekolah-sekolah pesisir Tulungagung kini punya warna baru.
Dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama atau UNU Blitar berhasil mengembangkan game edukasi berbasis kearifan lokal yang dirancang untuk mendorong literasi sains sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan pada siswa sekolah dasar di pesisir selatan Tulungagung.
Game yang digagas Widyarnes Niwangtika dan Winda Khoirun Nisak ini memvisualisasikan kehidupan masyarakat pesisir Tulungagung.
Mulai dari aktivitas nelayan, biota laut, hingga isu pencemaran yang kerap terjadi. Semua dikemas dalam bentuk permainan interaktif yang mudah dipahami anak-anak.
“Anak-anak pesisir sebenarnya dekat dengan laut, tapi belum tentu memahami konsep sains lingkungan secara mendalam. Melalui game ini, mereka belajar sambil menjelajah lingkungan mereka sendiri,” ungkap Widya.
Beberapa sekolah pesisir yang telah mencoba media pembelajaran ini menilai game tersebut mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa, terutama pada materi IPA yang selama ini dianggap cukup abstrak.
Dengan tampilan visual yang menarik dan alur permainan yang mudah dipahami, game ini dinilai efektif memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep sains dasar yang berhubungan dengan lingkungan laut.
Tidak sekadar memainkan karakter, siswa juga harus menyelesaikan berbagai misi edukatif—mulai dari mengidentifikasi kerusakan terumbu karang, memilah sampah laut, hingga menjaga keberlanjutan populasi ikan. Misi-misi ini disebut mampu membangun kesadaran ekologis siswa sejak dini.
Baca Juga: Perluas Jaringan, UNU Siap Jalin Kerja Sama dengan Radar Blitar
Inovasi ini sekaligus menjawab tantangan pembelajaran abad 21 yang menuntut integrasi teknologi dan pemahaman lingkungan.
Ke depan, peneliti berencana menyempurnakan desain visual dan fitur permainan, sebelum diperluas penggunaannya ke sekolah-sekolah di wilayah pesisir lainnya di Jawa Timur.
Penelitian ini sekaligus menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat diolah menjadi media edukatif yang modern, relevan, dan dekat dengan kehidupan siswa. ****
Editor : Dharaka R. Perdana