RADAR TULUNGAGUNG – Pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) di MTsN 3 Tulungagung digelar pada Kamis (11/12) dan berlangsung dengan tertib serta penuh antusiasme.
Kegiatan demokrasi siswa ini diikuti tiga pasangan calon yang sebelumnya telah melewati tahapan sosialisasi visi-misi dan debat kandidat.
Penghitungan suara pada Jumat (12/12) akhirnya menetapkan pasangan Ayum Nisaul Hadijah dan Naufal Shidqi sebagai ketua dan wakil ketua OSIM terpilih untuk periode mendatang.
Pasangan ini membawa visi membangun lingkungan madrasah yang disiplin, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Mereka menekankan pentingnya peningkatan keterampilan seluruh siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai Pancasila, iman, dan takwa.
Pembiasaan salam, sopan, dan santun juga menjadi bagian dari misi yang ingin mereka wujudkan dalam kehidupan madrasah sehari-hari.
Kepala MTsN 3 Tulungagung, H. Suyoko, S.Pd., M.KP.d., menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh rangkaian pemilihan.
Ia menilai bahwa proses ini menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang baik bagi para siswa. Apalagi para siswa mampu mengorganisasi kegiatan pemilihan ini dengan baik, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.
Dia berharap, ketua OSIM terpilih dapat menjadi teladan bagi teman-temannya, menjadi pemimpin yang jujur, visioner, serta mampu menjaga ketertiban sekolah.
"Apa yang sudah baik dalam kepengurusan sebelumnya agar dilanjutkan, bahkan ditingkatkan, sehingga OSIM ke depan semakin maju dan kuat. Pihak madrasah akan memberikan dukungan penuh,” ungkapnya.
Usai penetapan hasil pemilihan, Ayum Nisaul Hadijah mengungkapkan rasa lega sekaligus terharu. Ia tidak menyangka akan dipercaya memimpin OSIM bersama wakilnya.
“Ini amanah besar. Perasaan saya lega dan masih tidak menyangka bisa menjadi ketua OSIM periode berikutnya,” ujarnya.
Ayum menyebut bahwa tantangan terbesarnya adalah membangun kedisiplinan siswa secara merata.
“Mendisiplinkan siswa dan mengkondisikan siswa-siswi yang belum bisa mematuhi peraturan menjadi tantangan tersendiri, tetapi kami siap belajar dan bekerja bersama,” jelasnya.
Dalam program kerja jangka pendek, Ayum menargetkan pengendalian sampah di lingkungan sekolah sebagai fokus utama.
Ia ingin mewujudkan madrasah yang bersih, rapi, dan nyaman, sekaligus mendukung program besar sekolah dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Baca Juga: Milad Ke-57 MTsN 3 Tulungagung Meriah, Disemarakkan Color Fun
“Kami ingin mewujudkan madrasah bersih tanpa sampah, dan tentu akan bersinergi dengan semua pihak,” tambahnya.
Ayum juga menegaskan bahwa visinya berbeda dibanding kandidat lain karena memberikan penekanan pada pembentukan akhlak, etika, serta penguatan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian siswa. Ia menilai karakter menjadi pondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat.
Untuk mempererat kekompakan internal OSIM, Ayum merencanakan agenda yang bersifat membangun kebersamaan, seperti pertemuan rutin, kegiatan pelatihan, hingga event kekeluargaan.
“Kami ingin saling memahami satu sama lain, menurunkan ego, dan memulai perubahan dari diri sendiri. Dengan begitu kerja sama bisa berjalan lebih baik,” tuturnya.
Selain itu, Ayum berkomitmen merangkul siswa yang kurang aktif dalam kegiatan OSIM dengan menghadirkan program-program yang lebih kreatif dan sesuai minat siswa.
“Kami ingin kegiatan menjadi menarik dan relevan, sehingga semua siswa merasa dilibatkan. Mendengarkan suara siswa sangat penting,” imbuhnya.
Dia pun menyampaikan harapan besarnya untuk OSIM ke depan. Yakni bisa menjadi lebih amanah, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki chemistry yang sangat erat.
"Kami ingin OSIM benar-benar menjadi wadah belajar dan berkembang bagi seluruh siswa," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana