RADAR TULUNGAGUNG – Peribahasa bagai anak ayam kehilangan induknya patut disematkan pada ratusan sekolah di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung.
Menjelang dimulainya semester genap tahun ajaran 2025/2026, Disdik Tulungagung mencatat terdapat 127 kekosongan kepala sekolah di jenjang TK, SD, dan SMP negeri.
Kekosongan tersebut saat ini ditangani sementara oleh pelaksana tugas (Plt) sembari menunggu proses penataan dan pengisian jabatan secara definitif.
Plt Kepala Disdik Tulungagung, Sukowinarno, menjelaskan pihaknya saat ini sedang dalam tahap koordinasi serta pendataan.
Sehingga bisa diketahui ketersediaan sumber daya manusianya serta regulasi yang mengaturnya. “Memang ada 100 lebih kekosongan kepala sekolah, mulai dari TK, SD, hingga SMP negeri. Saat ini kami sedang mengoordinasikan, mengecek datanya seperti apa,” jelas Sukowinarno.
Ia menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak karena memiliki peran strategis sebagai pemimpin di satuan pendidikan. Oleh karena itu, pengisian jabatan harus segera ditata sesuai aturan yang berlaku.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, dari total 127 kekosongan, rinciannya terdiri dari 115 SD negeri, 10 SMP negeri, dan 2 TK negeri.
Untuk sementara waktu, jabatan tersebut diisi oleh Plt kepala sekolah yang berasal dari guru. “Untuk saat ini memang diisi Plt, sambil menunggu proses pengisian sesuai mekanisme,” imbuhnya.
Sukowinarno menyampaikan, terkait proses pengisian, saat ini Dispendik tengah menghimpun dan merekap data usulan dari kecamatan-kecamatan. Usulan tersebut nantinya akan diverifikasi kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan.
“Setelah itu akan dibahas melalui mekanisme yang ada, sebelum kami usulkan ke BKPSDM. Usulan dari kami tentu bersifat rekomendasi, selanjutnya menjadi kewenangan pimpinan daerah untuk menetapkan,” terangnya.
Menghadapi semester genap yang dimulai awal Januari, Sukowinarno menegaskan pihaknya berupaya mempercepat proses penataan agar sekolah segera dipimpin kepala sekolah definitif.
“Kami berusaha semaksimal mungkin agar proses ini berjalan lancar. Kepala sekolah definitif sangat dibutuhkan karena memiliki kewenangan dan kekuatan kepemimpinan yang lebih optimal dibanding Plt,” ujarnya.
Sukowinarno turut menyampaikan harapan untuk dunia pendidikan di Tulungagung pada tahun 2026. Ia mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan tetap fokus menjalankan proses belajar mengajar di semester genap, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
“Selain itu, penataan kepala sekolah akan kami lakukan secara profesional sesuai aturan, dengan tetap menjaga kekompakan demi hasil dan mutu pendidikan Tulungagung yang lebih baik,” pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana