Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

THR ASN 2026 Kapan Cair? Pemerintah Bocorkan Awal Puasa, Nominal Masih Digodok, APBN Jadi Sorotan

Natasha Eka Safrina • Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:23 WIB

THR ASN 2026 dipastikan cair awal puasa. Nominal masih dibahas, pemerintah tunggu PP dan PMK, APBN jadi sorotan.
THR ASN 2026 dipastikan cair awal puasa. Nominal masih dibahas, pemerintah tunggu PP dan PMK, APBN jadi sorotan.

JAKARTA – Pertanyaan “THR ASN 2026 kapan cair?” kembali mengemuka di tengah publik. Pemerintah akhirnya memberi sinyal kuat bahwa THR ASN 2026 akan disalurkan pada awal-awal bulan puasa, meski hingga kini regulasi teknis dan besaran nominalnya masih dalam tahap pembahasan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi tanya jawab pejabat pemerintah yang menanggapi berbagai isu aktual, mulai dari jadwal pencairan THR ASN 2026, penggunaan APBN, hingga wacana bantuan sosial berbasis transfer keuangan daerah. Jawaban yang disampaikan menegaskan bahwa pencairan THR tetap menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Terkait waktu pencairan, pemerintah menyebut targetnya adalah awal Ramadan. Meski tanggal pasti belum diumumkan, sinyal tersebut memperkuat harapan jutaan aparatur sipil negara bahwa THR ASN 2026 akan diterima lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: SKTP Februari 2026 Belum Terbit, Tunjangan Khusus Guru 2026 Sudah Cair 100 Persen, Ini Update Terbaru THR ASN

“Kalau tanggal pastinya, nanti pasti ada. Tapi yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan bisa kita salurkan,” ujar pejabat tersebut.

Jadwal THR ASN 2026 Masih Menunggu Aturan Resmi

Meski sinyal pencairan sudah diberikan, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait THR ASN 2026 belum diumumkan. Regulasi ini akan menjadi dasar hukum penyaluran, termasuk menentukan komponen THR dan teknis pencairannya.

Dalam praktiknya, pencairan THR ASN selalu menunggu aturan resmi tersebut. Setelah PP ditetapkan, barulah Kementerian Keuangan menerbitkan juknis pelaksanaan ke seluruh instansi pusat dan daerah.

Karena itu, pemerintah meminta ASN bersabar dan tidak terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: THR ASN 2026 Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan, Pensiunan Ikut Terima? TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Kenaikan Pensiun dan Rapelan

Nominal THR ASN 2026 Masih Digodok

Saat ditanya soal besaran THR, pejabat tersebut mengaku belum bisa memberikan rincian. Menurutnya, nominal THR ASN 2026 masih dalam tahap pembahasan dan sangat bergantung pada kondisi fiskal negara.

“Nominalnya berapa? Ini masih dibahas. Kita lihat kemampuan keuangan negara,” ujarnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, THR ASN umumnya mencakup gaji pokok serta tunjangan melekat. Namun, apakah tahun 2026 kembali mengakomodasi tunjangan kinerja atau komponen tambahan lainnya, masih menunggu keputusan final pemerintah.

Isu APBN dan Keterlibatan Pemerintah

Dalam sesi yang sama, muncul pula pertanyaan terkait penggunaan APBN dan isu pembahasan utang negara. Pejabat tersebut menegaskan bahwa kebijakan fiskal selalu dibahas lintas kementerian dan bersifat dinamis mengikuti perkembangan ekonomi global.

Ia juga membantah anggapan bahwa ada pembahasan besar terkait APBN yang dilakukan tanpa koordinasi antarpejabat negara. Menurutnya, setiap kebijakan strategis selalu melalui proses dan komunikasi berjenjang.

“Kalau yang tadi kan selalu ada perkembangan-perkembangan. Tapi finalnya nanti pasti akan diberi tahu,” katanya.

Baca Juga: THR 2026 Cair Lebih Awal, Menkeu Pastikan Awal Ramadan, Estimasi 11–15 Maret dan Anggaran Rp55 Triliun Disiapkan

Wacana Transfer Keuangan Daerah Rp100 Ribu per Hari

Salah satu isu yang ikut mencuat adalah wacana dari Tito Karnavian terkait skema transfer keuangan daerah berbasis cash forward senilai Rp100 ribu per hari bagi masyarakat yang melakukan kerja gotong royong, seperti pembersihan lumpur saat tanggap darurat.

Namun, pemerintah pusat mengaku belum mengetahui detail skema tersebut. Wacana itu masih berada pada tahap gagasan dan belum masuk pembahasan resmi lintas kementerian.

“Saya belum tahu detailnya. Nanti pasti akan dibahas kalau sudah masuk ke tahap kebijakan,” ujarnya.

THR ASN 2026 Tetap Jadi Prioritas

Meski berbagai isu fiskal menjadi perbincangan, pemerintah menegaskan bahwa THR ASN 2026 tetap menjadi prioritas. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Dengan pencairan di awal puasa, pemerintah berharap perputaran uang di masyarakat bisa terjadi lebih cepat, sehingga berdampak positif pada konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi nasional.

ASN diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan menunggu pengumuman terkait PP serta PMK THR 2026. Jika mengacu pada pola tahun sebelumnya, pengumuman resmi biasanya disampaikan langsung oleh Presiden sebelum regulasi teknis diterbitkan.

Baca Juga: THR ASN 2026 Naik 10,22 Persen Jadi Rp55 Triliun, Benarkah Disusul Kenaikan Pensiun dan Rapelan? Ini Penjelasan Resmi TASPEN

Editor : Natasha Eka Safrina
#tito karnavian #Jadwal THR ASN #THR ASN 2026 #APBN 2026