Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Pamer Kewarganegaraan Inggris Anak, Dikecam Warganet hingga Minta Maaf

Edo Trianto • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:40 WIB

Viral Alumni LPDP Dwi Saseti Ningtias Pamer Kewarganegaraan Inggris Anak, Dikecam Warganet hingga Minta Maaf
Viral Alumni LPDP Dwi Saseti Ningtias Pamer Kewarganegaraan Inggris Anak, Dikecam Warganet hingga Minta Maaf

RADAR TULUNGAGUNG - Nama alumni LPDP Dwi Saseti Ningtias mendadak menjadi sorotan publik setelah video yang menampilkan dokumen kewarganegaraan Inggris milik anaknya viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas secara terbuka mengaku bahagia karena anaknya memiliki kewarganegaraan asing dan bahkan menyampaikan harapan agar anak-anaknya menjadi warga negara asing (WNA).

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan. Banyak warganet mempertanyakan sikap alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang dinilai kurang mencerminkan semangat nasionalisme. Apalagi, ia merupakan penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), program beasiswa pemerintah yang didanai negara untuk mencetak sumber daya manusia unggul.

Video itu dengan cepat menyebar dan menuai beragam komentar. Sebagian warganet menganggap pernyataan tersebut sebagai bentuk kebanggaan terhadap status kewarganegaraan asing, yang dinilai tidak sensitif terhadap statusnya sebagai alumni beasiswa negara.

 Kronologi Video Viral

Dalam video yang beredar, Dwi memperlihatkan dokumen kewarganegaraan Inggris milik anaknya. Ia tampak antusias dan menyampaikan kebahagiaan atas status tersebut. Ucapannya kemudian diartikan sebagian warganet sebagai bentuk preferensi terhadap kewarganegaraan asing dibanding Indonesia.

Respons publik pun bermunculan. Kritik mengalir di berbagai platform media sosial. Tidak sedikit yang mengingatkan bahwa sebagai penerima beasiswa LPDP, ia memiliki ikatan moral untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Seiring derasnya kritik, video tersebut akhirnya dihapus dari akun media sosial pribadinya. Tak lama berselang, Dwi mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf.

 Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Dalam video klarifikasi, Dwi Sasetyaningtyas mengakui unggahannya telah menimbulkan kegaduhan. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang dianggap menyinggung sebagian pihak.

Menurutnya, video tersebut murni merupakan ekspresi pribadi sebagai orang tua yang merasa bangga terhadap capaian anaknya. Ia menegaskan tidak ada niat untuk merendahkan kewarganegaraan Indonesia maupun menunjukkan sikap tidak nasionalis.

Dwi juga menyatakan tetap mencintai Indonesia dan menghargai kesempatan pendidikan yang diperolehnya melalui beasiswa LPDP. Klarifikasi itu diharapkan dapat meredam polemik yang berkembang.

Baca Juga: Kronologi Anggota Brimob Pukul Siswa Pakai Helm hingga Tewas di Tual, Pulang Salat Subuh Langsung Dihentikan

 Sosok Alumni LPDP Dwi Saseti Ningtias

Dwi Sasetyaningtyas dikenal sebagai alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum melanjutkan studi magister di Delft University of Technology di Belanda.

Di bidang profesional, Dwi aktif dalam isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan edukasi keberlanjutan. Ia kerap membagikan konten edukatif melalui media sosial, membahas pengurangan limbah, daur ulang, serta gaya hidup ramah lingkungan.

Sebagai alumni LPDP, Dwi termasuk dalam kelompok penerima beasiswa yang diharapkan berkontribusi bagi pembangunan nasional. LPDP sendiri merupakan program beasiswa di bawah Kementerian Keuangan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri.

 Polemik Nasionalisme dan Media Sosial

Kasus viral ini kembali memunculkan diskusi tentang nasionalisme di era media sosial. Unggahan pribadi yang bersifat emosional atau spontan dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik dan menimbulkan interpretasi luas.

Di sisi lain, status sebagai alumni beasiswa negara membawa konsekuensi sosial tersendiri. Publik cenderung menaruh ekspektasi tinggi terhadap sikap dan pernyataan penerima beasiswa pemerintah.

Hingga kini, polemik terkait alumni LPDP Dwi Saseti Ningtias tersebut masih menjadi bahan diskusi warganet. Meski klarifikasi telah disampaikan, perdebatan mengenai batas antara ekspresi pribadi dan tanggung jawab moral sebagai penerima beasiswa negara masih terus bergulir.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap unggahan di media sosial memiliki dampak luas, terutama bagi figur publik atau individu yang memiliki keterkaitan dengan institusi negara.

Editor : Edo Trianto
#kewarganegaraan Inggris #video viral #alumni LPDP #beasiswa lpdp #klarifikasi